BERITA TERKINI
Mahasiswa KKN GIAT 16 FK UNNES Gelar Program DASHAT di Randublatung untuk Edukasi Gizi Cegah Stunting

Mahasiswa KKN GIAT 16 FK UNNES Gelar Program DASHAT di Randublatung untuk Edukasi Gizi Cegah Stunting

Blora—Stunting masih menjadi persoalan gizi yang memerlukan perhatian bersama karena dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Upaya pencegahan dapat dilakukan sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), terutama melalui pemenuhan gizi yang optimal bagi ibu hamil dan balita.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN GIAT 16 Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) di Desa Gembyungan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Wates, Posyandu Jogo, dan Posyandu Njomblang pada 6, 7, dan 18 Juli 2026.

Program ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil serta ibu balita terkait pemenuhan gizi seimbang dan pencegahan stunting dengan memanfaatkan pangan lokal. Selain sesi edukasi, peserta juga diajak mengikuti demonstrasi pengolahan menu sehat agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, lalu penyampaian materi mengenai gizi seimbang, kebutuhan gizi ibu hamil dan balita, pentingnya pencegahan stunting sejak 1.000 HPK, serta pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber makanan bergizi. Setelah itu, mahasiswa KKN melanjutkan dengan demonstrasi pengolahan menu sehat berbasis pangan lokal, dilengkapi sesi diskusi dan tanya jawab.

Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti materi dan praktik memasak. Melalui demonstrasi, peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai nilai gizi bahan makanan, tetapi juga melihat contoh pengolahan menu yang praktis dan mudah diterapkan menggunakan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi kami mengenai pentingnya memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan balita. Menu yang didemonstrasikan juga mudah dibuat dengan bahan yang tersedia di sekitar rumah,” ujar salah seorang peserta.

Peserta lain menilai kegiatan serupa membantu pemahaman dalam mengolah bahan pangan lokal. “Melalui demonstrasi memasak, kami jadi lebih paham cara mengolah pangan lokal menjadi menu sehat dan bergizi untuk keluarga,” tuturnya.

Program DASHAT telah dilaksanakan sebanyak tiga kali di tiga posyandu tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai gizi seimbang, pencegahan stunting, serta pemanfaatan pangan lokal setelah mengikuti edukasi dan demonstrasi. Capaian ini menunjukkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan praktik langsung dapat membantu peserta memahami materi dengan lebih baik.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN GIAT 16 Kesehatan UNNES berharap ibu hamil dan ibu balita semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak, sekaligus mampu memanfaatkan pangan lokal sebagai menu sehat bagi keluarga. Program ini juga disebut sebagai kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), dan Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui edukasi gizi dan pemberdayaan masyarakat.