Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Puskesmas Depok 1 menginisiasi program SENADA (sehat, energik, dan bebas anemia) di MAN 2 Sleman, Senin, 28 September 2026. Program ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Edukasi kesehatan tersebut menyasar siswa dan siswi kelas XI. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai bahaya anemia serta pentingnya kepatuhan mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).
Program SENADA dilatarbelakangi persoalan anemia pada remaja putri di Kabupaten Sleman yang dinilai masih memerlukan perhatian. Berdasarkan data tiga tahun terakhir (2023–2025), prevalensi anemia pada remaja putri menunjukkan fluktuasi. Pada 2023, capaian berada di kisaran 36 persen, lebih tinggi dibanding target sekitar 31 persen. Angka tersebut menurun menjadi sekitar 25 persen pada 2024, namun kembali meningkat menjadi sekitar 35 persen pada 2025.
Tren yang naik-turun ini mendorong perlunya peningkatan pengetahuan dan edukasi gizi secara berkelanjutan. Menanggapi kondisi itu, tim mahasiswa Gizi UAD merancang penyuluhan dengan pendekatan komunikatif.
Dalam pelaksanaannya, materi program SENADA membahas pengertian, penyebab, dan gejala anemia. Siswa juga mendapatkan penjelasan mengenai manfaat serta tata cara konsumsi TTD yang benar, pengenalan sumber makanan kaya zat besi, serta edukasi tentang kebiasaan yang dapat memengaruhi penyerapan zat besi di dalam tubuh.
Melalui sinergi kegiatan ini, mahasiswa Gizi UAD bersama Puskesmas Depok 1 berharap program SENADA menjadi langkah awal membangun kesadaran kesehatan di kalangan remaja. Para pelajar diharapkan dapat memahami dan menerapkan pola makan yang tepat agar lebih peduli pada kesehatan diri serta terhindar dari ancaman anemia.