Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kepulauan Riau (Kepri) menggagas program penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha kuliner berbasis mikro di Batam. Program tersebut diwujudkan lewat peluncuran merek ayam geprek bertajuk “LIRA MENYALA” yang ditargetkan hadir secara luas di kota tersebut.
Gubernur LIRA Kepri, Yusril Koto, mengatakan inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat. Ia menekankan pentingnya membuka ruang bagi warga agar dapat terlibat langsung dalam kegiatan usaha yang produktif.
Menurut Yusril, program ini menargetkan pendirian sekitar 100 outlet pada rentang 2026 hingga 2027. Operasional awal direncanakan dimulai pada pertengahan tahun ini, dengan penambahan gerai secara bertahap setiap bulan.
“Ini bukan sekadar bisnis kuliner, tetapi gerakan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Yusril dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, LIRA Kepri menyatakan akan memberikan dukungan kepada para pelaku usaha. Dukungan yang disiapkan meliputi perlengkapan jualan, tempat usaha, penyediaan bahan baku, serta sistem distribusi yang dirancang untuk menunjang kelancaran operasional para mitra.
Program ini juga disebut membuka peluang kerja baru bagi masyarakat setempat. LIRA Kepri menargetkan perekrutan tenaga kerja yang memiliki komitmen terhadap pelayanan dan etika kerja. Pada tahap awal, skema penghasilan disiapkan berdasarkan target penjualan harian yang dinilai realistis.
Yusril turut mengajak berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan sektor swasta, untuk berkolaborasi dalam mendukung program tersebut. Ia berharap sinergi dapat memperluas dampak ekonomi yang dihasilkan, sekaligus memperkuat posisi pelaku UMKM agar lebih mandiri dan mampu bersaing di sektor kuliner lokal.

