Rasa ngilu pada gigi dapat muncul tiba-tiba, terutama saat mengonsumsi makanan atau minuman tertentu. Keluhan ini bisa dipicu berbagai faktor, mulai dari gangguan pada gusi, gigi sensitif, gigi retak, hingga gigi berlubang. Bila tidak ditangani dengan tepat, ngilu dapat memburuk dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sejumlah obat pereda nyeri dapat digunakan untuk membantu meredakan gejala. Berikut lima pilihan obat yang disebutkan beserta informasi kandungan, dosis umum, dan catatan penting penggunaannya.
1. Cataflam 25 mg (10 tablet)
Cataflam mengandung kalium diklofenak (potassium diclofenac), termasuk golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang bekerja meredakan peradangan dan nyeri. Dosis umum untuk dewasa dan anak di atas 14 tahun adalah 25 mg atau 50 mg, 2–3 kali per hari. Obat dapat diminum sesudah makan.
Karena termasuk obat keras (berlabel merah), penggunaannya memerlukan resep dokter. Efek samping yang perlu diwaspadai antara lain sakit kepala, pusing, vertigo, mual, muntah, dan diare. Dalam artikel rujukan juga disebutkan penelitian yang membandingkan kalium diklofenak 50 mg dengan glafenine 200 mg pada 109 pasien nyeri gigi sedang hingga berat; 72% pengguna kalium diklofenak menilai terapi “sangat baik”, dengan onset kerja yang dinilai lebih cepat dan dapat ditoleransi dengan baik.
2. Lapistan 500 mg (10 tablet)
Lapistan mengandung diklofenak natrium yang bekerja menghambat pembentukan prostaglandin, senyawa yang berperan dalam nyeri dan peradangan. Dengan mekanisme ini, obat disebut dapat membantu mengurangi nyeri, bengkak, dan ngilu pada gigi.
Dosis dan aturan pakai yang dicantumkan: dewasa dosis awal 500 mg, dilanjutkan 250 mg tiap 6 jam bila perlu. Pada lansia dianjurkan memulai dari dosis lebih rendah dan durasi sesingkat mungkin. Obat dikonsumsi sesudah makan. Nomor registrasi yang tercantum: DLK9513306108A1.
3. Fasidol Forte 650 mg (10 kaplet)
Fasidol Forte mengandung paracetamol 650 mg yang berfungsi mengurangi nyeri dan menurunkan suhu tubuh. Selain untuk ngilu gigi, obat ini juga disebut dapat digunakan untuk sakit kepala, demam, dan nyeri ringan.
Dosis umum: dewasa 1–2 kaplet, 3–4 kali per hari (maksimal 8 kaplet per hari). Anak usia 7–12 tahun: 0,5–1 kaplet per hari (maksimal 4 kaplet per hari). Obat dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Dalam rujukan disebutkan Fasidol Forte sebaiknya dihindari pada penderita penyakit ginjal serta pada kondisi hipersensitif terhadap kandungan tertentu.
4. Dexketoprofen 25 mg (10 tablet)
Dexketoprofen termasuk OAINS dengan sifat analgesik, antiinflamasi, dan antipiretik. Obat ini disebut kerap direkomendasikan untuk sakit gigi, gigi ngilu, nyeri pascaoperasi, dismenore, hingga nyeri muskuloskeletal akut.
Dosis umum: 12,5 mg tiap 4–6 jam atau 25 mg tiap 8 jam, dengan dosis maksimal 75 mg per hari. Obat ini juga termasuk golongan obat keras (berlabel merah), sehingga pembelian dan penggunaannya harus dengan resep dokter atau di bawah pengawasan medis. Efek samping yang dicantumkan antara lain mual, muntah, nyeri perut, diare, mulut kering, dan insomnia. Nomor registrasi BPOM yang tercantum: GKL1740500717A1 (dengan catatan dapat berbeda tergantung ketersediaan stok apotek).
5. Asam Mefenamat 500 mg (3 strip; 10 kaplet/strip)
Asam mefenamat merupakan obat antiinflamasi untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang. Dalam rujukan disebutkan obat ini dapat digunakan pada kondisi seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid primer, nyeri otot, serta nyeri pascaoperasi.
Penggunaannya harus mengikuti petunjuk dokter karena termasuk golongan obat keras. Rujukan mencantumkan “dosis umum penggunaan Asam Mefenamat 500 mg”, namun tidak merinci besar dosis dan jadwal minumnya.
Kapan perlu ke dokter gigi?
Jika gigi ngilu tidak membaik setelah mencoba langkah-langkah penanganan, disarankan berkonsultasi ke dokter gigi untuk mencari penyebab utama dan mendapatkan perawatan yang sesuai. Pemeriksaan juga dianjurkan segera bila nyeri sangat parah dan tidak tertahankan, disertai demam atau pembengkakan, atau sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.
Langkah pencegahan gigi ngilu
Beberapa upaya pencegahan yang dicantumkan meliputi menggunakan sikat gigi berbulu lembut, menyikat gigi dengan gerakan lembut tanpa menekan terlalu keras, menghindari makanan dan minuman yang terlalu asam, memakai pasta gigi dan obat kumur yang mengandung fluoride, menghindari kebiasaan menggeretakkan gigi, serta melakukan pemeriksaan gigi rutin setiap enam bulan.
Catatan
Obat pereda nyeri dapat membantu meredakan gejala sementara, namun tidak selalu mengatasi penyebab utama ngilu. Untuk keluhan yang menetap atau memburuk, pemeriksaan dokter gigi tetap diperlukan.

