BERITA TERKINI
Lima Cara Meredakan Gejala Serangan Panik, dari Pernapasan hingga Teknik Grounding

Lima Cara Meredakan Gejala Serangan Panik, dari Pernapasan hingga Teknik Grounding

Serangan panik merupakan bagian dari gangguan kecemasan (anxiety), ditandai oleh rasa takut yang muncul tiba-tiba dan intens. Berbeda dari rasa cemas yang umumnya menjadi respons alami terhadap situasi stres atau berbahaya, serangan panik dapat terjadi tanpa pemicu yang jelas, termasuk saat seseorang sedang berjalan-jalan atau bahkan berbaring di tempat tidur.

Gejala serangan panik bisa muncul secara fisik maupun emosional. Secara fisik, seseorang dapat mengalami keringat berlebih, napas menjadi lebih cepat, dan detak jantung berpacu cepat. Sementara itu, gejala emosionalnya dapat berupa rasa takut dan cemas, kekhawatiran yang intens dan berulang, serta perasaan seolah akan terjadi malapetaka.

Data Halodoc Annual Insight Report 2022 mencatat bahwa dampak pandemi COVID-19 pada 2020–2021 serta resesi ekonomi menjadi pemicu sejumlah masalah kesehatan mental. Dalam 10 besar keluhan pengguna aplikasi Halodoc, gangguan kecemasan (anxiety disorder) dengan penyebab yang belum ditentukan (unspecified) menempati peringkat pertama untuk kondisi mental yang paling banyak dikeluhkan. Berdasarkan pengelompokan usia, diagnosis gangguan kecemasan rata-rata terjadi pada kelompok usia produktif, dengan persentase tertinggi pada rentang usia 20-an (64 persen), disusul usia 30-an (27 persen). Dari responden penelitian, 60–70 persen yang mengaku memiliki kondisi mental adalah perempuan, namun hal itu tidak serta-merta berarti laki-laki lebih baik, karena laki-laki disebut cenderung enggan menceritakan masalah dan mencari pertolongan profesional.

Seiring pentingnya peningkatan kesadaran terhadap kesehatan mental, mengenali gejala menjadi langkah awal. Jika gejala serangan panik muncul, berikut lima cara yang disebut dapat membantu meredakannya.

1. Mengingat bahwa serangan akan berlalu
Saat serangan panik terjadi, seseorang disarankan mengingat bahwa perasaan tersebut akan berlalu dan tidak menyebabkan kerusakan fisik, meski terasa sangat menakutkan. Serangan panik disebut cenderung mencapai intensitas tertinggi dalam waktu sekitar 10 menit, lalu gejalanya mulai mereda.

2. Menarik napas dalam-dalam
Pernapasan dalam dapat membantu mengendalikan gejala serangan panik. Serangan panik bisa memicu napas cepat dan sesak dada yang membuat napas menjadi dangkal, kondisi yang dapat memperburuk rasa cemas dan tegang. Untuk membantu meredakannya, seseorang dapat bernapas perlahan dan dalam sambil fokus pada setiap tarikan napas. Salah satu cara yang disarankan adalah bernapas dari perut dengan mengisi paru-paru secara perlahan dan mantap sambil menghitung 1 sampai 4 saat menarik dan menghembuskan napas. Teknik lain yang disebut adalah pernapasan 4-7-8: menarik napas selama 4 detik, menahan napas 7 detik, lalu menghembuskan napas perlahan selama 8 detik.

3. Mencium aroma yang menenangkan
Aroma tertentu disebut dapat membantu meredakan kecemasan melalui indra penciuman. Salah satu yang dicontohkan adalah lavender, yang dikenal sebagai obat tradisional untuk membantu relaksasi. Cara yang disarankan antara lain memegang botol minyak lavender lalu menghirupnya dengan lembut, atau mengoleskan sedikit ke sapu tangan. Selain lavender, seseorang juga dapat mencoba minyak esensial lain sesuai aroma yang disukai.

4. Mencari tempat yang lebih tenang
Situasi sekitar, termasuk pemandangan dan suara, dapat memperburuk serangan panik. Jika memungkinkan, disarankan mencari tempat yang lebih tenang, misalnya meninggalkan ruangan yang ramai dan bising, atau mencari dinding untuk bersandar. Duduk di tempat yang tenang disebut dapat membantu kondisi mental dan memudahkan seseorang fokus pada pernapasan maupun strategi meredakan serangan panik lainnya.

5. Memusatkan perhatian pada satu objek
Saat pikiran, perasaan, atau ingatan terasa mengganggu, seseorang dapat mencoba berfokus pada satu objek yang menenangkan. Cara ini disebut dapat mengurangi rangsangan dari sumber panik lain karena perhatian dialihkan pada satu stimulus. Contohnya, seseorang dapat mengamati detail objek—mengapa bentuknya seperti itu, siapa yang membuatnya, dan bagaimana tampilannya. Teknik ini dikenal sebagai teknik grounding dan disebut dapat membantu mengurangi gejala serangan panik.

Selain langkah-langkah tersebut, pada kondisi yang sudah serius, disebutkan dokter atau psikiater dapat meresepkan obat jenis benzodiazepin, seperti xanax.