Rasa malas, hampa, dan tidak bersemangat setelah liburan merupakan kondisi yang umum terjadi. Dalam dunia kesehatan mental, situasi ini dikenal sebagai post-holiday blues, yakni respons emosional ketika tubuh dan pikiran kembali beradaptasi dengan rutinitas setelah masa libur.
Psikiater Bidang Pengabdian Masyarakat PP-PDSKJI, dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, menjelaskan bahwa kondisi tersebut wajar dan dapat diatasi dengan langkah yang tepat. Penjelasan itu disampaikan kepada Kompas.com pada Kamis (26/3/2026).
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi post-holiday blues:
1. Sadari bahwa perasaan ini normal
Langkah awal yang penting adalah menerima bahwa perasaan tidak nyaman setelah liburan merupakan hal yang wajar. Menurut Lahargo, kondisi ini bagian dari proses adaptasi psikologis. Menolak atau mengabaikan emosi justru dapat membuat perasaan tersebut bertahan lebih lama.
2. Kembali ke rutinitas secara bertahap
Seseorang tidak perlu langsung memaksakan diri kembali bekerja atau beraktivitas penuh. Memulai hari dengan tugas yang lebih ringan dapat membantu tubuh dan pikiran menyesuaikan diri. Pendekatan bertahap ini membuat proses kembali ke rutinitas terasa lebih ringan.
3. Bangun kembali energi dengan cara sehat
Untuk mengembalikan semangat, penting melakukan aktivitas yang memberi energi positif. Olahraga ringan, menjalani hobi, atau bertemu orang terdekat dapat membantu memperbaiki suasana hati. Kebiasaan ini juga disebut dapat membantu tubuh memproduksi dopamin secara alami.
4. Hindari pelarian instan yang berlebihan
Mengatasi rasa tidak nyaman dengan cara instan, seperti scrolling berlebihan atau konsumsi hiburan tanpa batas, tidak selalu membantu. Kebiasaan tersebut justru dapat membuat tubuh semakin lelah dan menyulitkan seseorang untuk kembali fokus. Pendekatan yang lebih sehat dinilai memberi dampak jangka panjang yang lebih baik.
5. Kurangi kebiasaan membandingkan diri
Setelah liburan, sebagian orang merasa tertinggal karena membandingkan dirinya dengan orang lain. Menurut Lahargo, kebiasaan ini dapat memperkuat perasaan tidak percaya diri. Fokus pada perjalanan pribadi dapat membantu menjaga kestabilan emosi.

