BERITA TERKINI
Lap Vo Kembangkan Wisata Pertanian Lewat Beras Ngoc Do Huong Dua dan Kuliner Kacang Air

Lap Vo Kembangkan Wisata Pertanian Lewat Beras Ngoc Do Huong Dua dan Kuliner Kacang Air

Transformasi sektor pertanian di Dong Thap memasuki fase penting dengan mulai terbentuknya model wisata pertanian di Komune Lap Vo. Inisiatif ini menggabungkan proses budidaya varietas padi khas Ngoc Do Huong Dua dengan pengalaman kuliner lokal, yang dijalankan secara bertahap bersama masyarakat setempat.

Berawal dari lahan Koperasi Benih Pertanian Dinh An, warga yang sebelumnya bekerja di sawah kini mengambil peran baru dalam menyambut wisatawan. Para petani tidak hanya mengerjakan aktivitas pertanian, tetapi juga menjadi pemandu bagi pengunjung, mulai dari mengajarkan cara mengolah tanah, menyiapkan bibit, hingga menanam padi dengan teknik yang benar. Wisatawan juga diajak melihat aktivitas di bengkel penggilingan padi skala kecil milik warga.

Pelibatan langsung masyarakat dalam rantai layanan wisata dinilai strategis karena membantu menjawab kebutuhan pekerjaan saat masa pertanian tidak aktif, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi rumah tangga. Model ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem pariwisata bersama yang berkelanjutan.

Fondasi pengembangan tersebut disebut berawal lebih dari sepuluh tahun lalu, ketika Nguyen Anh Dung memilih membudidayakan dan memulihkan varietas padi Ngoc Do Huong Dua. Varietas ini disebut memiliki kandungan kalsium dan zat besi yang tinggi serta memberi nilai ekonomi yang menonjol. Koperasi menjamin pembelian gabah dengan harga 9.500 VND/kg, sementara produk jadi dijual dengan harga lebih dari 40.000 VND/kg di tingkat ritel dengan pasar yang dinilai stabil.

Namun, para petani di Lap Vo tidak hanya berfokus pada penjualan beras. Koperasi berencana bermitra dengan agen perjalanan untuk menyusun tur pengalaman dari sawah hingga meja makan. Dalam skema ini, pengunjung dapat turun langsung ke sawah, mengeringkan beras, mengoperasikan mesin penggiling, hingga memasak nasi harum dari beras yang mereka tanam sendiri.

Daya tarik Lap Vo juga diperkuat oleh kuliner khas setempat, terutama olahan kacang air. Peran perempuan lokal menonjol dalam mengolah bahan pangan sederhana ini menjadi hidangan yang dinilai mampu menarik wisatawan. Nguyen Thi Bich Thuy (63) menyebut kacang air di kampung halamannya dapat diolah menjadi berbagai menu, seperti direbus dengan daging, ditumis, dikukus dengan santan, atau dimasak dalam kari ayam. Menurutnya, proses persiapan kacang air cukup sederhana, yakni dikupas dan dicuci bersih.

Thuy juga membagikan cara memasak kari ayam dengan kacang air yang disebut terkenal. Ia menjelaskan, daging perlu direndam bersama bumbu, lalu dimasak menggunakan air kelapa segar dan santan encer. Santan kental, kata dia, baru ditambahkan menjelang akhir agar kari tidak menjadi terlalu berminyak dan beraroma kurang sedap.

Perpaduan pengalaman bertani yang dipandu komunitas dengan kelas memasak tradisional yang dipimpin perempuan membentuk paket wisata berbasis pengalaman. Pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga diajak menyelami kehidupan lokal, mendengar cerita keseharian, dan mencicipi masakan setempat secara langsung.

Pendekatan ini dinilai memberi manfaat ganda: memanfaatkan keramahan, keterampilan, dan pengetahuan budaya warga untuk meningkatkan layanan wisata, sekaligus membuka peluang kerja dan tambahan pendapatan—terutama bagi perempuan pedesaan—tanpa harus meninggalkan kampung halaman.

Dalam konteks percepatan rencana restrukturisasi pertanian provinsi, model wisata berbasis pengalaman yang mengangkat beras Ngoc Do Huong Dua dan kacang air Lap Vo disebut menjadi salah satu titik terang. Inisiatif ini diharapkan membuka peluang bagi ekonomi pedesaan yang sirkular, berciri khas, dan berkelanjutan.