Lalamove menjalin kolaborasi dengan Kementerian UMKM untuk mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Medan melalui penguatan solusi logistik terintegrasi berbasis teknologi.
Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B. Prakoso, mengatakan kolaborasi tersebut diperkenalkan melalui seminar yang memaparkan solusi logistik agar pelaku UMKM dapat melakukan pengiriman sesuai kebutuhan bisnis. Layanan yang dikenalkan mencakup pilihan armada yang beragam, pengiriman yang fleksibel, hingga fitur multi-stop delivery untuk membantu efisiensi waktu dan biaya distribusi.
“Melalui pemanfaatan teknologi dan jaringan logistik yang kami miliki, Lalamove ingin membantu UMKM fokus pada pengembangan bisnis tanpa harus terbebani oleh biaya dan pengelolaan armada logistik,” ujar Andito dalam keterangan yang diterima di Medan, Jumat.
Menurut Andito, seminar tersebut menjadi langkah konkret untuk memperkenalkan solusi yang dapat langsung diterapkan oleh pelaku usaha. Ia menilai UMKM selama ini merupakan tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), namun masih menghadapi beragam tantangan dalam pengembangan dan ekspansi.
Tantangan yang kerap dihadapi pelaku UMKM antara lain meningkatnya biaya operasional, keterbatasan modal, serta kapasitas logistik untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Di tengah kebutuhan distribusi yang semakin dinamis, UMKM dinilai memerlukan sistem logistik yang fleksibel dan efisien tanpa harus berinvestasi besar pada armada sendiri. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dipandang penting untuk menghadirkan solusi yang relevan dan berkelanjutan.
Andito juga menyoroti posisi Medan sebagai kota terbesar di Pulau Sumatra dan salah satu pusat ekonomi regional yang memiliki potensi besar untuk mendorong UMKM lebih kompetitif. Menurutnya, hal itu membutuhkan dukungan ekosistem yang kuat, termasuk ketersediaan solusi logistik yang dapat menunjang rantai pasok secara optimal tanpa membebani pelaku usaha dengan investasi armada.
Seminar tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai sektor UMKM, wirausaha, komunitas bisnis lokal, hingga startup binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan. Dalam rangkaian diskusi, sesi berbagi, dan interaksi dengan pemangku kepentingan, peserta memperoleh pemahaman praktis mengenai strategi efisiensi, ekspansi pasar, serta pemanfaatan solusi logistik dan pembiayaan sesuai kebutuhan usaha.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatra Utara, Naslindo Sirait, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan iklim usaha yang berdaya saing.
“Penguatan UMKM tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi lintas sektor agar pelaku UMKM memiliki akses terhadap solusi yang relevan, termasuk logistik dan pembiayaan. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat membantu UMKM di daerah untuk naik kelas dan memperluas pasar secara berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Lalamove bersama Kementerian UMKM menyatakan komitmen untuk mendorong penguatan ekosistem UMKM yang lebih adaptif dan berdaya saing. Sinergi pemerintah dan sektor swasta tersebut diharapkan dapat menjadi katalis bagi UMKM di Sumatra Utara untuk tumbuh berkelanjutan, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat ekonomi daerah.

