BERITA TERKINI
Kuliner Nusantara Dinilai Menjanjikan bagi UMKM, Pelaku Usaha di Pekanbaru Kembangkan Menu Cita Rasa Daerah

Kuliner Nusantara Dinilai Menjanjikan bagi UMKM, Pelaku Usaha di Pekanbaru Kembangkan Menu Cita Rasa Daerah

Kekayaan kuliner Nusantara dinilai tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga menyimpan peluang bisnis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan mempertahankan cita rasa khas sekaligus menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen, kuliner daerah berpotensi berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

Hal itu menjadi pembahasan dalam program Obrolan UMKM RRI Pekanbaru bertema “Mengangkat Potensi Kuliner Khas Daerah”. Dialog menghadirkan Ketua DPC Apmikimmdo Kota Pekanbaru, Yulaika, serta pelaku usaha Kuliner Nusantara, Nina Sundari dan Budiono.

Dalam dialog tersebut, para narasumber menyoroti pentingnya dukungan komunitas UMKM, kreativitas dalam mengembangkan menu, serta kemampuan membaca peluang pasar agar kuliner khas daerah semakin diminati masyarakat.

Yulaika menyampaikan, keberadaan organisasi UMKM dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis melalui jejaring, kegiatan bersama, dan pertukaran pengalaman antarpelaku usaha. Ia menjelaskan DPC Apmikimmdo Kota Pekanbaru mulai aktif sejak Juli 2024 dan telah menjalankan berbagai kegiatan untuk mendukung perkembangan UMKM. Hingga kini, jumlah anggotanya berkembang menjadi hampir 400 orang yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Menurut Yulaika, komunitas menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan serta memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam pengembangan usaha. Dukungan ini dinilai penting, terutama bagi pelaku usaha kuliner yang perlu terus berinovasi menghadapi persaingan. Melalui kolaborasi dan berbagi pengalaman, pelaku UMKM dapat saling belajar dalam pengembangan produk, peningkatan pelayanan, dan perluasan pemasaran.

Dalam kesempatan yang sama, Nina Sundari dan Budiono menceritakan perjalanan mereka mengembangkan usaha Kuliner Nusantara. Sebelum terjun ke dunia kuliner, keduanya lebih dahulu menjalankan usaha toko material bangunan di Jalan Suakarya, Panam, Pekanbaru. Ketertarikan pada dunia memasak kemudian mendorong mereka mencoba bidang usaha baru.

Berawal dari hobi memasak dan kebiasaan menyajikan makanan untuk keluarga maupun tamu, keduanya mendapat respons positif atas hidangan yang dibuat. Apresiasi tersebut menjadi salah satu pendorong bagi Nina dan Budiono untuk mengembangkan kemampuan memasak menjadi peluang usaha, dengan menawarkan beragam hidangan terinspirasi cita rasa berbagai daerah di Indonesia.

Usaha Kuliner Nusantara yang mereka kembangkan menawarkan sejumlah menu, di antaranya Mi Balap Medan, Mi Gacoran, rujak buah, nasi uduk, nasi urap, nasi kuning, hingga Lontong Medan. Untuk melengkapi pilihan, tersedia pula topping seperti sosis, bakso, udang, dan ayam cincang. Menu dijual sekitar Rp15 ribu per porsi dan usaha beroperasi setiap hari pukul 06.00 hingga 22.00 WIB.

Keberagaman menu disebut menjadi salah satu cara menjangkau konsumen dengan selera berbeda. Di tengah persaingan usaha kuliner, variasi produk dinilai dapat menjadi daya tarik, terutama jika disertai kualitas rasa dan pelayanan yang konsisten.

Selain melayani pembelian harian, Nina dan Budiono juga menerima pesanan untuk berbagai kegiatan, termasuk pesta pernikahan, hajatan, dan acara lain yang membutuhkan makanan dalam jumlah besar. Untuk kebutuhan hajatan, konsumen dianjurkan melakukan pemesanan setidaknya 15 hari sebelum acara agar persiapan dapat dilakukan lebih terencana.

Pembahasan dalam dialog itu juga menekankan bahwa pengembangan kuliner Nusantara sebagai peluang bisnis membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan memasak. Pelaku usaha perlu memahami kebutuhan konsumen, menjaga cita rasa, menetapkan harga yang sesuai, serta meningkatkan kualitas pelayanan. Pemanfaatan teknologi, termasuk untuk pencatatan transaksi dan pengelolaan pesanan, disebut dapat membantu UMKM menjalankan usaha secara lebih teratur.

Dukungan komunitas seperti Apmikimmdo dinilai berperan dalam membuka ruang kolaborasi dan memperluas jejaring. Melalui pertukaran pengalaman dan kegiatan bersama, pelaku UMKM memiliki kesempatan mempelajari strategi pengembangan bisnis sesuai kondisi masing-masing.

Kisah Nina Sundari dan Budiono menjadi contoh bagaimana ketertarikan pada dunia memasak dapat berkembang menjadi usaha yang melayani kebutuhan masyarakat, mulai dari pembelian harian hingga pesanan acara besar. Melalui program Obrolan UMKM RRI Pekanbaru, pembahasan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat melihat potensi ekonomi dari kekayaan kuliner daerah, sembari menjaga cita rasa Indonesia tetap dikenal lintas generasi.