Kota Batu kian dekat untuk meraih predikat Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (KaTa Kreatif) pada subsektor gastronomi. Optimisme Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menguat seiring proses penilaian yang dilakukan Tim Penilai Nasional Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).
Tahapan penilaian tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Hasil Uji Petik PMK3I oleh Wali Kota Batu Nurochman bersama tim penilai di Balai Kota Among Tani. Agenda ini menjadi bagian dalam mengukur kesiapan Kota Batu membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis kuliner.
Nurochman, yang akrab disapa Cak Nur, menyatakan Kota Batu memiliki bekal untuk bersaing di tingkat nasional. Ia menilai kekayaan komoditas pertanian, berkembangnya pelaku UMKM, serta sektor pariwisata yang terus bertumbuh menjadi fondasi untuk mengembangkan gastronomi sebagai identitas daerah.
“Kami optimistis Kota Batu dapat meraih predikat Kota Kreatif Indonesia pada subsektor gastronomi. Ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kekuatan kuliner daerah kepada pasar yang lebih luas,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, capaian itu tidak hanya berupa pengakuan dari pemerintah pusat. Predikat Kota Kreatif diyakini dapat membuka peluang promosi kuliner khas Kota Batu, meningkatkan daya tarik wisata, sekaligus memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal.
Ia menegaskan Pemkot Batu terus membangun keterkaitan antara sektor pertanian, industri kuliner, UMKM, hingga pariwisata agar saling menguatkan. Dengan pendekatan tersebut, hasil pertanian diharapkan tidak hanya dipasarkan sebagai bahan baku, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah yang memberi manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat.
Selain penguatan rantai nilai, Pemkot Batu juga menaruh perhatian pada keberlanjutan pasokan bahan baku. Melalui program Smart and Integrated Farming, pemerintah mendorong regenerasi petani sekaligus meningkatkan kualitas produksi pertanian untuk memenuhi kebutuhan industri kuliner yang terus berkembang.
Cak Nur berharap langkah tersebut dapat menjaga ketersediaan bahan baku berkualitas dan mendukung pertumbuhan kuliner khas Kota Batu. Ia juga berharap Kota Batu semakin dikenal tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat gastronomi berbasis hasil pertanian lokal yang memiliki daya saing di tingkat nasional.