BERITA TERKINI
Kopi Panas dalam Gelas Plastik Berpotensi Lepaskan Mikroplastik, Ini yang Perlu Diketahui

Kopi Panas dalam Gelas Plastik Berpotensi Lepaskan Mikroplastik, Ini yang Perlu Diketahui

Jakarta — Kebiasaan membeli kopi panas untuk dibawa bepergian kerap dianggap praktis dan aman. Namun, penggunaan gelas sekali pakai berbahan plastik atau yang memiliki lapisan plastik di bagian dalam disebut dapat menyimpan risiko tersembunyi, yakni potensi masuknya mikroplastik ke dalam minuman ketika terkena suhu tinggi.

Ketika kopi panas dituangkan ke dalam wadah tersebut, panas dapat memicu pelepasan partikel plastik berukuran sangat kecil ke dalam cairan. Kondisi ini menjadi perhatian, mengingat penggunaan gelas kopi sekali pakai dilaporkan sangat besar dan mencapai ratusan miliar gelas setiap tahun di seluruh dunia.

Sejumlah temuan ilmiah menyoroti peran suhu sebagai faktor penting dalam pelepasan mikroplastik. Penelitian tahun 2026 oleh Xiangyu Liu dan rekan-rekan yang dimuat di ScienceDirect, berjudul Release of microplastics from commonly used plastic containers: Combines meta-analysis and case study, menyimpulkan bahwa panas menjadi faktor utama yang mendorong pelepasan mikroplastik dari wadah minum. Artinya, kebiasaan minum kopi panas dan jenis wadah yang digunakan berpotensi memengaruhi paparan partikel tersebut.

Apa itu mikroplastik?

Mikroplastik adalah fragmen plastik berukuran sangat kecil. Mengacu pada penjelasan The Conversation, ukurannya berada pada rentang 1 mikrometer hingga 5 mikrometer dan dapat terbentuk dari penguraian benda plastik berukuran lebih besar atau dilepaskan langsung dari produk plastik saat digunakan.

Partikel ini dapat masuk ke lingkungan, makanan, dan pada akhirnya berpotensi masuk ke tubuh manusia. Meski demikian, disebutkan bahwa penelitian mengenai dampak mikroplastik yang tersisa di tubuh manusia masih menghadapi tantangan, antara lain rentan kontaminasi serta sulitnya mengukur partikel yang sangat kecil secara akurat dalam jaringan manusia. Para ilmuwan juga masih mengumpulkan informasi untuk memahami arti paparan mikroplastik bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Suhu dan pelepasan mikroplastik dari wadah kopi

Dalam konteks kebiasaan minum kopi, suhu menjadi faktor yang kerap disorot. Seiring meningkatnya suhu cairan di dalam wadah berbahan plastik, pelepasan mikroplastik umumnya juga meningkat. Sebuah studi yang dirujuk The Conversation melaporkan pelepasan partikel plastik dapat berkisar dari beberapa ratus partikel hingga lebih dari 8 juta partikel per liter.

Selain mikroplastik, cairan panas dalam gelas plastik juga disebut dapat meningkatkan pelepasan zat lain yang umum digunakan dalam plastik, seperti bisfenol dan ftalat, sebagaimana dikutip dari Leravi.

Langkah mengurangi risiko tanpa berhenti minum kopi

Risiko paparan dapat dikurangi tanpa harus menghentikan kebiasaan minum kopi. Salah satu langkah yang disarankan adalah menggunakan cangkir atau gelas pakai ulang berbahan kaca, stainless steel, atau keramik, yang disebut tidak melepaskan mikroplastik ketika diisi minuman panas.

Langkah lain adalah menghindari menuangkan cairan mendidih langsung ke wadah berbahan plastik. Jika membeli kopi di kedai dan hanya tersedia wadah plastik, konsumen dapat mempertimbangkan meminta minuman dibuat sedikit lebih dingin sebelum dituangkan.

Kebiasaan yang tampak sederhana seperti membeli kopi panas untuk dibawa pergi dapat memiliki konsekuensi yang tidak disadari, terutama terkait bahan wadah. Memperhatikan jenis gelas yang digunakan menjadi salah satu cara untuk menekan potensi paparan mikroplastik dalam aktivitas sehari-hari.