SEMARANG — Anggota Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan spesifik ke Provinsi Jawa Tengah dengan mendatangi Pabrik Jamu Sido Muncul milik PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat proses transformasi Sido Muncul dari merek lokal hingga mampu menembus pasar global.
Anggota Komisi VII DPR RI dari daerah pemilihan Riau 1, Hendry Munief, MBA, mengatakan pengalaman Sido Muncul diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha jamu tradisional lainnya agar dapat berkembang menjadi skala industri.
“Sekarang Sido Muncul sudah menjadi produk global. Sidomuncul sudah ada di berbagai negara di dunia,” kata Hendry Munief saat berdialog dengan pemilik Sido Muncul, Irwan Hidayat, pada Jumat.
Hendry menilai peluang produk jamu tradisional dan lokal untuk bertransformasi masih terbuka. Karena itu, ia berharap Kementerian Perindustrian dapat berperan aktif mendorong, membina, dan mengawal agar berbagai produk jamu tradisional bisa berkembang dan “menasional” seperti Sido Muncul.
“Mohon Kemenperin membantu pelaku usaha jamu tradisional bisa seperti Jamu Sidomuncul. Khususnya di luar Jawa pasar dan peminat usaha masih sangat besar. Sebagai perwakilan Riau, kami sangat berharap dapat ada industri serupa sehingga dapat membantu ekonomi UMKM,” ujarnya.
Selain pengembangan produk, Hendry juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha besar dengan pemasok bahan baku dari berbagai daerah. Ia meyakini banyak pemasok siap bermitra, namun masih menghadapi kendala akses dan informasi.
Dalam kunjungan tersebut, Hendry juga mengaku mendapat sejumlah tips dari Irwan Hidayat mengenai langkah-langkah mengembangkan usaha jamu dari skala tradisional menuju skala industri.

