Komisi VII DPR RI mendorong diversifikasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan industri agar tidak hanya bertumpu pada bisnis kuliner dan penyediaan tempat tinggal seperti kontrakan. Warga lokal diharapkan dapat menangkap peluang di sektor-sektor pendukung lain yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan.
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena mengatakan kebutuhan pekerja di kawasan industri bersifat beragam. Menurutnya, keberadaan perusahaan berskala besar semestinya dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk mengembangkan usaha di bidang lain.
Pernyataan itu disampaikan Samuel saat kunjungan kerja ke Greenland International Industrial Center (GIIC) Deltamas, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (2/10). Ia menilai kebutuhan pekerja tidak hanya berkaitan dengan makanan dan tempat tinggal, tetapi juga mencakup layanan lain.
“Kalau kita melihat kebutuhan para pekerja, ini pasti tidak hanya masalah perut dan tidur, tetapi banyak kebutuhan lainnya. Contohnya, ada kebutuhan pendidikan, kesehatan, serta hiburan atau aktualisasi diri,” ujar Samuel, Jumat (2/10/2026).
Untuk mendorong pengembangan UMKM tersebut, Samuel menekankan pentingnya sinergi antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Ekonomi Kreatif. Ia menilai potensi kreativitas masyarakat, terutama generasi muda, perlu dipicu agar mampu menghasilkan produk maupun jasa berkualitas yang bisa masuk ke ekosistem industri.
“Persoalannya, masyarakat yang tumbuh di sekitar kawasan ini ada yang remaja dan anak-anak. Secara kreativitas, mereka bisa dipicu untuk mengembangkan UMKM,” tambahnya.
Selain kolaborasi antarkementerian, Samuel juga menilai pengembangan UMKM perlu didukung pemetaan kebutuhan perusahaan di kawasan industri. Data mengenai jenis pekerjaan dan kebutuhan teknis setiap perusahaan dinilai dapat menjadi panduan bagi masyarakat dalam membangun usaha pendukung maupun meningkatkan keterampilan (upskilling).
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi warga lokal agar tidak hanya mengisi pekerjaan tingkat pemula, tetapi secara bertahap mampu bersaing untuk posisi dengan kualifikasi lebih tinggi.
Samuel berharap keberadaan kawasan industri dapat memberi dampak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun tumbuhnya ekosistem UMKM yang lebih beragam.