Anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar menegaskan pemerintah mendorong perubahan gizi nasional sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Menurut Muazzim, langkah tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga memastikan setiap anak dan kelompok rentan memperoleh asupan gizi seimbang. Asupan ini dinilai penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal, meningkatkan daya tahan tubuh, serta memperkuat kapasitas belajar dan produktivitas.
Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) di BLKDLN NTB, Kota Mataram.
Muazzim menyampaikan, penguatan sinergi lintas sektor antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar implementasi program berjalan terintegrasi dan berkelanjutan. Ia menilai pendekatan kolaboratif menjadi kunci untuk memastikan distribusi manfaat yang merata, meningkatkan literasi gizi masyarakat, serta memperkuat peran daerah sebagai garda terdepan pelaksanaan program.
Program MBG disebut sebagai program strategis nasional yang membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk mencapai hasil optimal dalam mencetak generasi bangsa yang berkualitas.
Muazzim juga menyebut program tersebut dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai wujud kehadiran negara dalam melayani masyarakat melalui penguatan gizi. Kebijakan ini, kata dia, sejalan dengan visi melahirkan generasi emas pada 2045 yang mampu membawa Indonesia melangkah lebih maju.

