Influencer sekaligus pengusaha kuliner asal Malaysia, Khairul Aming, kembali mencatatkan penjualan cepat untuk produk sambalnya. Ia mengabarkan berhasil meraup RM 2 juta atau sekitar Rp8,7 miliar dari penjualan Sambal Nyet Bilis dalam waktu 1 menit 54 detik.
Dalam penjualan tersebut, sebanyak 150 ribu botol Sambal Nyet Bilis disebut terjual melalui sesi livestream TikTok yang dilakukan dari Menara Maybank. Jumlah penonton pada siaran langsung itu dilaporkan mencapai lebih dari 370.000 orang yang menantikan peluncuran produk terbaru tersebut.
Khairul Aming bukan nama baru di bisnis kuliner Malaysia. Ia memulai usahanya pada 2021 lewat bisnis online sambal bawang Sambal Nyet yang dikemas dalam stoples kaca. Saat itu, harga per botolnya dibanderol RM 13 atau sekitar Rp46.000.
Seiring waktu, bisnisnya berkembang dengan menghadirkan produk Dendeng Nyet Berapi berupa dendeng kemasan. Ia juga mendirikan Restoran Rembayung di Kampung Baru, Kuala Lumpur, yang disebut sempat menarik minat besar publik hingga memunculkan antrean ketat dan adanya oknum penjual slot reservasi.
Penjualan Sambal Nyet Bilis kali ini dilaporkan melampaui capaian penjualan sambal sebelumnya. Pada 2024, ia disebut meraup RM 1,2 juta dalam 3 menit 28 detik.
Sambal Nyet Bilis diklaim memiliki rasa gurih karena menggunakan ikan bilis (teri) segar pilihan dari Setiu, Terengganu. Proses pengembangan sambal ini disebut memakan waktu hingga enam bulan dan melibatkan kerja sama dengan nelayan lokal.
Kepada Bernama, seperti dikutip Malay Mail, Khairul Aming menyebut peluncuran Sambal Nyet Bilis menjadi momen berarti karena ia merasa keluar dari zona nyaman. Ia menilai produk kedua ini memiliki tantangan tersendiri lantaran sambal pertamanya sudah membentuk ekspektasi tinggi di kalangan konsumen.
Ia juga menyadari konsumen mengharapkan sesuatu yang berbeda setelah enam tahun tanpa produk baru. Menurutnya, penjualan awal yang kuat menunjukkan Sambal Nyet Bilis diterima dengan baik, namun ujian sebenarnya baru terlihat dari respons konsumen setelah mereka mencobanya.
“Mungkin sudah terjual habis, tetapi respons masih akan datang. Jadi, kita harus siap,” kata Khairul Aming, yang disebut berusia 33 tahun.