Tesla kembali menjadi sorotan setelah dinamika kesepakatan dagang yang melibatkan Tiongkok membuka peluang baru bagi ekspansi bisnis kendaraan listrik (EV) secara global. Tiongkok selama ini memegang peran penting dalam rantai pasok dan produksi Tesla, termasuk melalui fasilitas Gigafactory Shanghai.
Kesepakatan tersebut berkaitan dengan kebijakan impor EV asal Tiongkok ke Kanada yang diputuskan pada Januari 2026. Kebijakan ini dinilai membuka ruang bagi Tesla untuk memanfaatkan pabriknya di Tiongkok guna mengekspor kendaraan ke pasar global, termasuk Kanada.
Perdana Menteri Kanada, Mark Canney, menyatakan bahwa tarif impor EV Tiongkok diturunkan dari 100% menjadi 6,1%. Selain itu, kesepakatan menetapkan kuota impor hingga 49.000 unit per tahun, dengan kemungkinan meningkat hingga 70.000 unit dalam lima tahun mendatang.
Kesepakatan dagang tersebut juga mencakup pengurangan tarif Tiongkok terhadap sejumlah produk pertanian Kanada, termasuk canola. Meski tarif rendah awalnya dirancang untuk kendaraan buatan Tiongkok, Tesla disebut bisa memperoleh keuntungan secara tidak langsung karena memiliki basis produksi di negara tersebut.
Tesla saat ini mengandalkan Gigafactory Shanghai untuk memproduksi Model 3 dan Model Y. Dengan skema tarif yang baru, Tesla berpeluang menyambung kembali ekspor Model Y dari pabrik Shanghai ke Kanada. Sebelumnya, ekspor Model Y sempat terhenti akibat tarif tinggi 100% yang diberlakukan pada 2024.
Di sisi lain, jaringan penjualan Tesla yang sudah mapan di Kanada disebut memberikan keunggulan operasional dibandingkan produsen EV Tiongkok yang belum memiliki kehadiran kuat di pasar Kanada. Analis pasar menilai kemampuan Tesla memproduksi versi Model Y yang kompetitif, ditambah jaringan globalnya, menempatkan perusahaan pada posisi strategis di tengah persaingan industri EV.
Pada 2024 dan 2025, Tiongkok disebut menyumbang proporsi besar dari total pengiriman kendaraan Tesla di seluruh dunia. Dalam konteks ini, kebijakan perdagangan terbaru dipandang sebagai langkah moderat yang membuka akses pasar, sambil tetap mempertahankan perlindungan bagi industri lokal.

