Kenaikan harga LPG nonsubsidi di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, memicu reaksi dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner. Sejumlah pelaku usaha mengaku terdampak dan terpaksa menyesuaikan strategi penjualan agar operasional tetap berjalan.
Owner Catering Wangi Rempah, Wahyu, mengatakan kenaikan harga LPG 5 kilogram dan 12 kilogram memengaruhi biaya produksi. Ia mengaku ikut menaikkan harga menu kateringnya, sembari menambahkan nilai lebih pada pesanan untuk menjaga kepuasan pelanggan.
“Kalau saya pribadi sih saya triknya di samping harganya sedikit berubah, saya ada sedikit tambahan misalnya dari sebelumnya pesan 100 porsi tapi tidak dapat tambahan, paling saya kasih tambahan irisan buah segar yang bisa mencakup 50 porsi jadi itu nilai-nilai plusnya yang bisa menutupi kenaikan harga dari kitanya,” ujar Wahyu.
Menurut Wahyu, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada LPG, tetapi juga pada berbagai bahan pokok. Karena itu, ia memilih menyampaikan penyesuaian harga secara terbuka kepada pelanggan. “Kalau yang kejadian sekarang kan semua harga pada naik, termasuk gas 5 kg sama 12 kg jadi kami ini menyampaikan secara bijak bahwa ibu bapak maaf dikarenakan harga-harga pada naik yah termasuk gas kita ada perubahan dari harga sebelumnya dan biasanya kalau kita berikan penjelasan dengan baik, mereka akan paham,” kata Wahyu, Rabu (22/4/2026).
Di tengah kenaikan biaya, Wahyu juga mengaku menghadapi penurunan daya beli, terutama untuk pesanan acara atau hajatan. “Sangat menurun, misalnya dari yang umum itu seperti hajatan sudah jelas menurun tapi saya tetap komitmen dengan harga dan rasa serta pelayanan yang kami berikan,” ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan Mirna, pelaku UMKM penyedia makanan cepat saji. Ia memilih menaikkan harga secara terbatas daripada mengurangi kualitas masakan. “Iya lebih baik saya naikkan sedikit dari pada kualitas rasa dari makanannya saya ubah karena takutnya di komplain,” kata Mirna.
Mirna berharap harga bahan pokok segera stabil dan pemerintah memiliki solusi atas kenaikan tersebut. “Kayak minyak goreng, cabai itu semua naik. Mudah mudahan bisa cepat stabil kayak dulu harganya,” ujarnya.
Adapun, harga Bright Gas 5,5 kilogram dilaporkan naik dari sekitar Rp90.000 menjadi Rp111.000 per tabung atau meningkat sekitar 18,8 persen. Sementara Bright Gas 12 kilogram naik dari Rp192.000 menjadi Rp230.000 per tabung atau sekitar 18,7 persen.

