BERITA TERKINI
Kementerian UMKM Salurkan Bantuan Sarana Produksi untuk 250 Pelaku Usaha Terdampak Bencana di Agam

Kementerian UMKM Salurkan Bantuan Sarana Produksi untuk 250 Pelaku Usaha Terdampak Bencana di Agam

Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menyalurkan bantuan paket sarana produksi kepada 250 pelaku usaha yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung keberlanjutan kehidupan sekaligus mempercepat pemulihan usaha para pelaku UMKM.

Bantuan yang disalurkan meliputi kompor gas, tabung LPG, serta bahan baku produksi. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumatera Barat Endrizal, serta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Agam Andrinaldi.

Para penerima bantuan tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tanjung Raya sebanyak 100 pelaku usaha, Palembayan 100 pelaku usaha, dan Malalak 50 pelaku usaha.

Helvi mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar kementerian dan lembaga hadir serta peduli terhadap masyarakat terdampak bencana sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Ia menilai bantuan sarana produksi menjadi langkah awal untuk membantu pelaku UMKM kembali menjalankan aktivitas ekonomi setelah terdampak bencana.

“Kami berharap bencana seperti ini tidak terulang, sehingga masyarakat dapat kembali menata kehidupan dan memulihkan usaha yang terdampak,” kata Helvi dalam keterangan yang diterima di Lubuk Basung, Sabtu.

Ke depan, Kementerian UMKM disebut akan memfasilitasi pelaku usaha agar dapat bangkit dan menjalankan usaha secara berkelanjutan, sehingga perekonomian keluarga dapat pulih seperti sediakala. Helvi juga mengajak pelaku UMKM agar tidak takut, ragu, maupun patah semangat dalam menghadapi dampak bencana.

Sementara itu, Andrinaldi menyatakan bantuan sarana produksi sangat dibutuhkan pelaku usaha terdampak, terutama untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Ia berharap bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menghidupkan kembali usaha pascabencana. Pemerintah Kabupaten Agam, kata dia, akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi dalam mendukung kebangkitan UMKM serta pemulihan ekonomi daerah.

Sebelumnya, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Agam mencatat sebanyak 1.406 UMKM terdampak banjir bandang, longsor, dan banjir yang melanda daerah itu pada 27 November 2025. Kerugian pelaku UMKM akibat bencana tersebut diperkirakan sekitar Rp220 miliar.

Pelaku UMKM terdampak antara lain karena lokasi usaha mengalami kerusakan, akses menuju tempat usaha terputus, serta dampak lain dari banjir bandang, tanah longsor, dan banjir pada akhir November 2025. Dinas terkait juga telah melakukan penginputan data untuk penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).