BERITA TERKINI
Kemenkes Dorong Pemenuhan Gizi Seimbang Lewat Pangan Lokal dan Pola Makan Sehat

Kemenkes Dorong Pemenuhan Gizi Seimbang Lewat Pangan Lokal dan Pola Makan Sehat

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak masyarakat memenuhi gizi seimbang dengan memanfaatkan pangan lokal yang dinilai kaya gizi dan mudah dijangkau. Ajakan ini disampaikan di tengah tantangan gizi di Indonesia yang masih kompleks dan saling tumpang tindih, mulai dari stunting hingga kelebihan berat badan.

Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, Lovely Daisy, mengatakan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan satu dari lima balita masih mengalami stunting. Pada saat yang sama, 37,8 persen orang dewasa tercatat mengalami kelebihan berat badan.

Menurut Daisy, kondisi tersebut diperparah oleh rendahnya konsumsi sayur dan buah. Ia menyebut sebanyak 96,7 persen masyarakat Indonesia belum memenuhi anjuran konsumsi sayur dan buah harian. Karena itu, Kemenkes mendorong masyarakat menerapkan konsep “Isi Piringku” melalui slogan “Sehat Dimulai dari Piringku” dengan memanfaatkan pangan lokal yang kaya gizi dan lebih mudah diakses.

Dari sisi akademisi, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPB, Profesor Rimbawan, menilai pangan lokal memiliki keunggulan komparatif dibandingkan pangan impor. Ia menjelaskan rantai pasok yang lebih pendek membuat pangan lokal cenderung lebih segar, mudah diakses, dan relatif terjangkau.

Rimbawan menambahkan, konsumsi pangan lokal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga dapat berdampak pada ekonomi petani serta memperkuat identitas budaya.

Sementara itu, Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menyoroti tingginya konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) yang disebut menjadi faktor utama meningkatnya kasus hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung, khususnya di wilayah perkotaan.

Nadia menyampaikan kajian bersama BPOM menunjukkan pengendalian asam lemak trans dan reformulasi pangan berpotensi mencegah hingga 310 ribu kematian serta 580 ribu kasus penyakit jantung. Ia mengatakan pengaturan batas maksimum GGL dan penerapan label pangan yang jelas menjadi langkah penting yang terus didorong.

Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 diharapkan menjadi momentum kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat upaya pemenuhan gizi seimbang berbasis pangan lokal. Langkah ini dinilai penting sebagai fondasi lahirnya sumber daya manusia Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing pada masa mendatang.