BERITA TERKINI
Kelurahan Margo Mulyo Dukung PMT Pangan Lokal untuk Percepat Penurunan Stunting di Balikpapan

Kelurahan Margo Mulyo Dukung PMT Pangan Lokal untuk Percepat Penurunan Stunting di Balikpapan

Pemerintah Kelurahan Margo Mulyo, Balikpapan, menyatakan dukungan terhadap upaya percepatan penurunan stunting melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal. Dukungan ini disampaikan Lurah Margo Mulyo Aris Yanuar Wibowo yang mengapresiasi sinergi UPTD Puskesmas Margo Mulyo dengan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam kegiatan pembekalan dan pelatihan program tersebut.

Aris menilai kolaborasi lintas sektor antara layanan kesehatan, pemerintah, dan dunia usaha menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama bagi ibu hamil dan balita yang termasuk kelompok paling rentan terhadap masalah gizi.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi dan kepedulian bersama agar program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Aris, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, pelatihan bagi kader kesehatan dan tim pelaksana PMT berperan penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di tingkat kelurahan. Dengan pemahaman yang lebih baik terkait pengolahan makanan bergizi berbasis pangan lokal, para kader diharapkan dapat aktif memberikan edukasi kepada masyarakat.

Aris juga menekankan peran kader kesehatan sebagai ujung tombak program kesehatan masyarakat. Selain membantu pendataan dan pemantauan, kader turut berperan dalam meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia balita.

“Peran kader sangat besar karena mereka yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami berharap kader semakin memahami bagaimana memberikan edukasi yang tepat terkait pola makan sehat dan pemenuhan gizi keluarga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Aris menyoroti pentingnya pemanfaatan pangan lokal untuk pencegahan stunting. Ia menyebut bahan pangan lokal cenderung mudah diperoleh dan terjangkau, serta memiliki kandungan gizi yang tidak kalah baik dibandingkan produk pangan lainnya. Pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar dinilai dapat menjadi solusi berkelanjutan sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi makanan sehat.

“Kita memiliki banyak potensi pangan lokal yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan anak-anak. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat memahami cara mengolahnya dengan baik sehingga kandungan gizinya tetap terjaga,” ujarnya.

Selain pelatihan, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan paket gizi tambahan kepada ibu hamil dan keluarga balita penerima manfaat. Aris menilai bantuan itu sebagai bentuk kepedulian nyata untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi kelompok sasaran.

Ia berharap sinergi antara Puskesmas Margo Mulyo, CSR PNM, kader kesehatan, dan pemerintah kelurahan dapat terus berlanjut agar program pencegahan stunting berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak keluarga.