BERITA TERKINI
Kedai Bajigur Pajagalan Sukabumi Tetap Ramai, Tawarkan Cita Rasa Tradisional dan Harga Terjangkau

Kedai Bajigur Pajagalan Sukabumi Tetap Ramai, Tawarkan Cita Rasa Tradisional dan Harga Terjangkau

Di tengah menjamurnya kedai kopi modern dan minuman kekinian, sebuah warung sederhana di Jalan Pajagalan, Kota Sukabumi, tetap menjadi tujuan para pencinta jajanan tradisional. Kedai Bajigur Pajagalan setiap sore dipadati pengunjung yang ingin menikmati bajigur dan bandrek hangat, ditemani aneka gorengan khas Nusantara.

Kedai ini berada di Jalan Pajagalan menuju Jalan Odeon atau persimpangan Jalan Nyomplong, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Tempat tersebut buka setiap hari pada pukul 16.30 hingga 21.00 WIB.

Meski menempati bangunan sederhana berukuran sekitar 6 x 8 meter dengan lima meja serta puluhan bangku kayu dan plastik, suasana hangat dan cita rasa autentik menjadi daya tarik utama. Pengunjung datang silih berganti, mulai dari pengendara sepeda motor hingga mobil pribadi.

Dari sisi harga, kedai ini menawarkan menu yang relatif terjangkau. Satu gelas bajigur atau bandrek dijual Rp6.000. Sementara aneka gorengan tradisional dibanderol Rp5.000 untuk empat buah. Pilihan gorengan yang tersedia antara lain ganasturi, bala-bala, rarawuan, gehu pisang, dan martelor. Selain itu, ada juga katimus, makanan berbahan dasar singkong yang dihaluskan, dicampur gula merah, lalu dikukus hingga menghasilkan rasa manis khas.

Bajigur menjadi salah satu menu favorit pelanggan. Perpaduan gula aren, santan kelapa, dan rempah-rempah menghadirkan sensasi hangat yang kerap dicari saat sore hingga malam hari. Sajian ini biasa dinikmati bersama gorengan hangat yang dicocol sambal, memadukan rasa gurih, pedas, dan manis.

Usman (55), yang berjualan ditemani istrinya, mengatakan telah berjualan di Pajagalan selama lima tahun. Ia menyebut istrinya merupakan generasi kedua penerus usaha keluarga yang sebelumnya dirintis orang tua sejak mereka masih kecil, Abah Hasan Bisri, di kawasan Gang Lipur, Kota Sukabumi. Hingga kini, usaha di lokasi lama disebut masih berjalan dan dikelola saudaranya.

“Alhamdulillah kalau hari libur ramai pengunjung, padat merayap,” kata Usman sambil melayani pembeli, Minggu (2/8/2026).

Keberadaan Kedai Bajigur Pajagalan menunjukkan jajanan tradisional masih memiliki tempat di masyarakat. Dengan rasa yang dijaga, harga terjangkau, dan suasana sederhana, kedai ini terus menjadi salah satu pilihan kuliner sore hingga malam di Kota Sukabumi.