Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, disebut telah mendekati tahap akhir. Bangunan yang berada di kawasan pasar desa itu diproyeksikan menjadi pusat perekonomian masyarakat setempat.
Kepala Desa Candirejo Tri Gunawan Setiyadi mengatakan progres pembangunan KDMP telah mencapai 87 persen dan tinggal menunggu pengerjaan finishing. Ia menyebutkan, sesuai jadwal, pembangunan ditargetkan selesai pada 31 Januari. Setelah itu, pihak desa menunggu instruksi pemerintah terkait waktu peluncuran serta pengoperasian.
Menurut Tri Gunawan, persiapan pengoperasian dilakukan bersama pengurus KDMP dengan mengoordinasikan anggota serta masyarakat yang akan terlibat dalam penggerakan ekonomi secara kolektif. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menghimpun produk unggulan warga untuk dikembangkan melalui KDMP.
Salah satu produk unggulan yang disepakati adalah pengembangan potensi pertanian lokal melalui program “Padi Sehat”, yakni padi organik yang disebut telah melalui uji penelitian dan riset dengan melibatkan Dinas Pertanian serta mendapat dukungan Bupati Semarang. Program tersebut dikembangkan dengan pola penanaman intensif dan berkelanjutan.
Tri Gunawan menyampaikan, hasil Padi Sehat dinilai memiliki kualitas lebih baik, rasa nasi lebih enak, dan lebih tahan lama. Demplot padi organik di Candirejo disebut telah mencapai lebih dari 20 hektare. Ia juga mengatakan hasil panen padi organik dinilai lebih meningkat dibanding penggunaan pupuk anorganik, dengan harga jual lebih tinggi dibanding beras biasa.
Ia menambahkan, skema kerja sama KDMP dengan petani dirancang agar saling menguntungkan. Petani dapat memperoleh pinjaman berupa bibit hingga pupuk selama masa tanam dan perawatan. Saat memasuki masa panen, petani menjual gabah dan beras ke KDMP dengan harga sesuai standar pasar.
Selain sektor pertanian, potensi lokal lain yang dikembangkan adalah wisata kuliner di kawasan Balong Gajah, destinasi di pinggiran sawah yang disebut sudah dikenal masyarakat luas. Di sekitar lokasi tersebut, mulai berkembang berbagai tempat kuliner dengan menu makanan dan minuman yang beragam.
Pelaku UMKM di Candirejo memasarkan produknya ke lokasi wisata kuliner tersebut. Tri Gunawan menyebut pergerakan ekonomi masyarakat meningkat seiring bertambahnya jumlah pengelola UMKM jajanan dan makanan siap saji. Ia mengatakan terdapat sekitar 60 jenis makanan siap saji dari warga lokal yang dijual di wisata kuliner Balong Gajah.
Keberadaan KDMP, menurutnya, diharapkan dapat dimanfaatkan pemasok makanan untuk berbelanja kebutuhan pokok, sekaligus memperoleh talangan bahan pokok.
Tri Gunawan juga optimistis KDMP Candirejo dapat berkembang karena lokasinya berada di kawasan strategis, di pinggir jalan utama Kecamatan Tuntang dan berada di kawasan pasar desa. Lokasi tersebut juga tersentral dengan pasar serta Puskesmas Pembantu yang menempati tanah kas desa.
Ia menjelaskan, pedagang pasar dan KDMP diharapkan bersinergi dalam penyediaan barang-barang kebutuhan dengan harga di bawah grosir. Pedagang dapat menjual kembali di pasar untuk memperoleh keuntungan, sementara KDMP juga diuntungkan.
Untuk mendukung integrasi aktivitas pasar dan KDMP, pemerintah desa melakukan penataan kios dan los. Sebanyak 11 kios di bagian depan pasar direlokasi ke lokasi baru di samping gedung KDMP. Sebagai pengganti, desa membangun 16 kios baru. Jumlah los juga ditambah dari 11 unit menjadi 20 los, yang disebut dilakukan atas permintaan warga pedagang baru yang ingin ikut meramaikan perekonomian di pasar dan KDMP.

