Pemerintah Kabupaten Karangasem kembali menggelar Pameran Pembangunan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Karya Lokal, Kebanggaan Bersama”.
Pameran Pembangunan Karangasem 2026 dijadwalkan berlangsung selama lima hari, pada 12 hingga 17 Agustus 2026. Lokasi kegiatan dipusatkan di Taman Budaya Chandra Bhuana Amlapura.
Ajang ini melibatkan 117 pelaku usaha lokal, terdiri atas 34 pelaku UMKM dan 83 pelaku usaha kuliner khas Karangasem. Sejumlah produk unggulan daerah akan ditampilkan, mulai dari kain endek Sidemen, tenun Pegringsingan, hingga aneka kuliner khas Karangasem. Salah satu yang diperkirakan kembali menjadi daya tarik pengunjung adalah babi guling yang kerap diminati dalam pelaksanaan pameran sebelumnya.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Karangasem, Tjokorda Surya Darma, mengatakan puluhan peserta kuliner yang dilibatkan merupakan pelaku usaha lokal. Ia menyebut penataan lokasi telah ditetapkan agar area pameran lebih tertata.
“Untuk tempat juga telah ditetapkan agar lebih tertata, jadi tidak semrawut antara pedagang sate, nasi campur dan yang lainnya,” kata Surya Darma, Senin (10/8/2026).
Penataan tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas perdagangan selama pameran berlangsung lebih tertib serta memberi kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung. Selain itu, kebersihan juga menjadi perhatian. Dengan prediksi tingginya jumlah pengunjung selama lima hari pelaksanaan, setiap pedagang kuliner diminta turut bertanggung jawab mengelola sampah di area masing-masing.
“Untuk meminimalisir membludaknya sampah plastik selama berlangsungnya pameran mengingat pengunjung yang datang diprediksi akan cukup banyak. Seluruh pedagang juga diminta untuk menyiapkan tempat sampah di masing-masing stand kuliner,” ujarnya.
Pemkab Karangasem juga berencana memantau dampak ekonomi dari pelaksanaan pameran. Setiap pedagang diminta melaporkan hasil penjualan harian selama kegiatan berlangsung untuk mengetahui besaran perputaran ekonomi yang tercipta.
“Nanti untuk hasil penjual per harinya di masing-masing stand juga akan kami laporkan, sehingga bisa diketahui berapa perputaran ekonomi selama berlangsungnya pameran,” kata Surya Darma.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Karangasem, Ida Nyoman Astawa, selaku leading sector UMKM, menyampaikan 34 UMKM yang berpartisipasi berasal dari masing-masing kecamatan serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Yang dipamerkan merupakan produk unggulan dari masing-masing Kecamatan, serta ada tambahan juga dari beberapa OPD dan pihak lainnya,” kata Astawa.
Ia berharap pameran ini dapat menjadi sarana memperkenalkan sekaligus memperluas pasar produk lokal Karangasem. “Kami berharap melalui pameran pembangunan tersebut nantinya produk-produk unggulan Karangasem bisa lebih dikenal lagi dan pembelinya banyak. Sehingga para pelaku UMKM bisa mendapat keuntungan dari hasil penjualan,” ujarnya.
Selain menampilkan produk UMKM dan kuliner lokal, Pameran Pembangunan Karangasem 2026 juga akan dimeriahkan dengan kegiatan pendukung, di antaranya parade gong kebyar, pameran bonsai, serta penampilan sejumlah musisi lokal Bali dan Karangasem.