Jombang—Kampung Literasi Gang Aufa disiapkan sebagai salah satu tujuan kunjungan bagi muktamirin dan masyarakat yang mengikuti rangkaian Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Berlokasi tepat di sebelah barat kompleks pesantren, kawasan ini menawarkan ribuan koleksi buku yang dapat dibeli dan dibawa pulang.
Berada di RT 01 Desa Tambakrejo, Kampung Literasi Gang Aufa disulap menjadi ruang publik yang memadukan aktivitas literasi, diskusi, budaya, hingga kuliner lokal khas Jombang. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi warga setempat bersama Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jombang.
Kepala Kampung Literasi Gang Aufa, Andri Widiyanshah, mengatakan kawasan tersebut memang ditujukan sebagai ruang yang nyaman bagi muktamirin dan masyarakat umum. “Kampung Literasi hadir untuk memberikan kenyamanan bagi para muktamirin dan masyarakat umum yang ingin mengoleksi buku-buku pilihan sebagai kenang-kenangan menghadiri Muktamar ke-35 NU,” ujar Andri, Selasa (18/8/2026).
Untuk meramaikan kegiatan, belasan penerbit dari berbagai daerah dilibatkan. Koleksi yang disediakan mencakup buku pengetahuan umum, keislaman, serta literatur terkait sejarah dan khazanah Nahdlatul Ulama.
Selain pameran dan penjualan buku, rangkaian diskusi keilmuan serta bedah buku juga disiapkan untuk menghidupkan suasana literasi selama Muktamar. Menurut Andri, kegiatan tersebut dipusatkan di Musholla H. Djoenoes Gang Aufa, dengan keterlibatan sejumlah lembaga, penerbit, aktivis pergerakan, hingga penulis.
Geliat di Gang Aufa juga melibatkan pelaku usaha lokal. Warga membuka ruang bagi UMKM dan pedagang setempat yang menjajakan aneka makanan dan minuman di sepanjang gang. Kehadiran kuliner khas Jombang ini menjadi pelengkap bagi pengunjung setelah berkeliling melihat buku atau mengikuti diskusi.
Andri menyebut keterlibatan UMKM sekaligus menjadi kesempatan bagi warga sekitar untuk memperoleh manfaat ekonomi di tengah tingginya aktivitas selama Muktamar NU. Perpaduan buku, diskusi, budaya, dan kuliner membuat Kampung Literasi Gang Aufa menjadi alternatif kunjungan di sela agenda Muktamar, sekaligus menunjukkan partisipasi masyarakat dalam menyambut para tamu dengan ruang yang edukatif dan terbuka.