Tren wisata kampung kuliner belakangan kian meningkat dan mendorong banyak pelaku usaha untuk terjun di bidang makanan dan minuman. Di Kota Kediri, para pemuda Kelurahan Kaliombo merespons perkembangan itu dengan membuka kampung tematik bertajuk Kaliombo Kampoeng Kuliner.
Meski baru diluncurkan, kegiatan ini disebut berhasil menarik perhatian masyarakat. Pengunjung yang datang dari sore hingga malam dilaporkan mencapai ratusan orang.
Selain ramai pengunjung, jumlah pedagang yang meramaikan area kuliner juga terbilang banyak. Tercatat ada sekitar 25 pedagang yang menjajakan produk makanan dan minuman. Kegiatan ini digagas sebagai upaya pemberdayaan ekonomi lokal oleh pemuda karang taruna bersama elemen perangkat setempat.
Kaliombo Kampoeng Kuliner menghadirkan beragam pilihan kuliner, mulai dari jajanan lawas hingga menu kekinian. Di lokasi juga disediakan panggung hiburan yang dikonsep sebagai ajang kreativitas untuk berbagai segmen usia, dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.
“Kami ingin membuat acara ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk berinovasi dan meningkatkan ekonomi lokal,” kata Rendi, Ketua Karang Taruna Kelurahan Kaliombo.
Acara berlangsung setiap Sabtu, mulai pukul 16.00 WIB hingga 23.00 WIB. Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan ekonomi lokal melalui pemberdayaan masyarakat.
Dukungan juga datang dari pemerintah daerah agar kegiatan dapat terus berlanjut dan berkembang. Sebelumnya, pada perayaan HUT RI tahun 2025, Kelurahan Kaliombo disebut sukses menggelar bazar UMKM. Dari pengalaman itu, muncul gagasan untuk kembali mengadakan kegiatan serupa melalui event Kaliombo Kampoeng Kuliner.
“Untuk event ini kita adakan setiap satu minggu sekali setiap hari Sabtu. Respon dari Pemerintah Daerah sangat bagus terutama dari pak Lurah dan pak Camat sangat mendukung sekali. Lokasi Kaliombo Kampoeng Kuliner menggunakan area taman setempat cakupan luas 1200 meter persegi,” ungkap Dimiati, Ketua Pokdarwis Kelurahan Kaliombo sekaligus Ketua RW 5.

