BERITA TERKINI
Jejuseo Middle School di Pulau Jeju Terapkan Makan Siang Gratis Bergizi dan Pengelolaan Ramah Lingkungan

Jejuseo Middle School di Pulau Jeju Terapkan Makan Siang Gratis Bergizi dan Pengelolaan Ramah Lingkungan

Program makan siang gratis bergizi menjadi salah satu penopang utama kegiatan belajar mengajar di Jejuseo Middle School, Kota Jeju, Korea Selatan. Pengalaman dalam program pertukaran guru Asia Pasifik tahun lalu mencatat bahwa sekolah ini tidak hanya menonjol dalam penerapan kurikulum, tetapi juga menyiapkan dukungan kesehatan siswa melalui pemenuhan gizi harian.

Jejuseo Middle School dikenal sebagai salah satu sekolah terbaik di Korea Selatan, khususnya dalam penerapan kurikulum. Sekolah ini mengusung visi “Sekolah Bahagia di mana Pembelajaran Menyenangkan dan Menumbuhkan Karakter”. Visi tersebut diwujudkan melalui penyediaan makan siang gratis bergizi, sekaligus pembiasaan disiplin positif yang diterapkan pada sesi makan siang.

Dalam konteks pertukaran dan kolaborasi pendidikan, terdapat upaya mengintegrasikan sistem pendidikan di Jejuseo Middle School dengan ragam budaya Indonesia untuk menghadirkan pembelajaran yang memberi contoh konkret penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM). Keragaman Indonesia yang cenderung terbuka disebut dapat berkolaborasi dengan lingkungan sekolah tuan rumah yang mandiri dan lebih tertutup dari publikasi media sosial. Akses terhadap berbagai sumber daya terkait program makan siang gratis di sekolah tersebut dinilai turut menumbuhkan layanan terhadap HAM.

Perbandingan pelaksanaan makan siang di sekolah Indonesia dan Korea Selatan digambarkan memiliki perbedaan mencolok. Di Indonesia, siswa umumnya membawa bekal dari rumah, sehingga kontrol terhadap gizi menu makan siang tidak terukur dan sangat beragam. Makanan cepat saji seperti mi instan disebut menjadi salah satu bekal yang paling umum. Sementara itu, di Jejuseo Middle School, makan siang disediakan gratis oleh sekolah dan takaran gizinya diperhatikan serta diukur secara optimal.

Program makan siang gratis ini disebut berkaitan dengan peningkatan prestasi siswa. Dampaknya antara lain pengurangan persentase siswa berprestasi rendah serta peningkatan skor standar. Peningkatan tersebut dinilai memiliki korelasi langsung dengan intervensi nilai gizi pada menu makan siang.

Seluruh siswa Jejuseo Middle School menerima makan siang gratis setiap hari sekolah, sedangkan guru membayar iuran bulanan. Siswa dan guru makan bersama di kantin sekolah. Di lingkungan sekolah tidak terdapat kios, kantin, atau toko yang menjual makanan, camilan, maupun minuman. Selain camilan yang mungkin dibawa dari rumah, kantin sekolah menjadi sumber utama ketersediaan makan siang bagi siswa.

Dari sisi pengelolaan, pelaksanaan makan siang diatur secara efisien. Dengan jumlah siswa lebih dari 1.000 orang dan mempertimbangkan kapasitas kantin, jam makan siang dibagi menjadi dua sesi. Siswa kelas 1 dan guru makan siang pada pukul 11.25–12.30, sedangkan siswa kelas 2 dan 3 makan siang bersama guru pada pukul 12.20–13.25.

Informasi menu makan siang juga dipublikasikan secara rutin melalui situs resmi sekolah. Pada bagian “School News”, tersedia tiga sub-menu yang dapat digunakan orang tua atau wali untuk memantau gizi anak, yakni “School lunch bulletin board”, “Livestock product information search for school meals”, dan “Diet”.