BERITA TERKINI
Jebakan FOMO di Bisnis Kuliner: Ramai di Awal, Sulit Bertahan Tanpa Fondasi Kuat

Jebakan FOMO di Bisnis Kuliner: Ramai di Awal, Sulit Bertahan Tanpa Fondasi Kuat

Fenomena orang rela mengantre panjang demi mencoba makanan atau minuman yang viral di media sosial kian sering terlihat belakangan ini. Perilaku Fear of Missing Out (FOMO) menjadi pemicu utama yang membuat produk baru bisa laku keras dalam waktu singkat, karena banyak orang merasa perlu ikut tren agar tidak dianggap tertinggal di lingkungan pergaulan mereka di dunia maya.

Namun, lonjakan pembeli pada masa awal operasional umumnya tidak berlangsung lama. Antusiasme yang tinggi cenderung bersifat sementara, lalu mereda seiring turunnya rasa penasaran. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pelaku usaha, terutama ketika bisnis hanya mengandalkan keramaian sesaat tanpa strategi untuk membuat pelanggan datang kembali.

Dalam praktiknya, tidak sedikit pengusaha baru yang terlalu fokus mengejar hype dan mengutamakan aspek visual agar produk terlihat menarik saat diunggah ke platform seperti TikTok. Padahal, bisnis yang sehat membutuhkan fondasi yang lebih kuat dibanding sekadar pemasaran yang memancing rasa ingin tahu sementara. Ketika tren mulai menurun, penjualan dapat merosot drastis dan menyulitkan pemilik usaha menutup biaya operasional. Munculnya ruko yang mendadak tutup setelah beberapa bulan beroperasi menjadi gambaran bahwa pengelolaan arus kas kerap kurang diperhatikan.

Untuk bertahan dalam ekosistem kuliner yang semakin kompetitif, kualitas produk dan konsistensi layanan disebut sebagai kunci utama. Pengusaha, khususnya yang baru merintis, dinilai perlu melampaui sekadar ikut-ikutan tren tanpa inovasi berkelanjutan. Membangun merek dengan identitas yang kuat juga penting agar produk tetap diminati meski tren pasar berganti.

Pada akhirnya, membangun basis pelanggan setia dinilai lebih bernilai dibanding mengandalkan ribuan antrean yang hanya datang sekali karena FOMO. Dengan perencanaan yang matang, bisnis kuliner lokal memiliki peluang lebih besar untuk bersaing dan bertahan secara sehat di tengah persaingan yang kian ketat.