PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) memperluas upaya peningkatan gizi dan kesehatan anak di Provinsi Lampung melalui Program JAPFA for Kids. Sejak pertama kali dijalankan pada 2008, program ini telah menjangkau lebih dari 13.400 siswa di 69 sekolah.
Head of Social Investment JAPFA, Retno Artsanti, mengatakan pada 2026 Kabupaten Lampung Selatan kembali menjadi lokasi pelaksanaan program. Di wilayah tersebut, JAPFA for Kids menargetkan 15 sekolah dengan cakupan 2.051 siswa dan 165 guru, melalui edukasi gizi, pembiasaan hidup sehat, serta pendampingan bagi sekolah dan tenaga pendidik.
Retno menyebut Lampung merupakan salah satu wilayah pertama implementasi JAPFA for Kids dan hingga kini tetap menjadi daerah prioritas pengembangan program. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan media untuk mendukung terwujudnya generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
Program JAPFA for Kids di Lampung dimulai pada 2008 di Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Timur dengan melibatkan enam sekolah dan 1.632 siswa. Kegiatan kemudian berlanjut ke Lampung Selatan pada 2010, Tanggamus dan Pringsewu pada 2012, Pesawaran pada 2013, Lampung Timur pada 2015, Lampung Tengah pada 2016, serta kembali hadir di Lampung Selatan pada 2019 dan 2026.
Berbagai kegiatan yang dijalankan meliputi edukasi empat pilar gizi seimbang, Hari Sehat JAPFA, edukasi konsumsi protein hewani, pemantauan status gizi siswa, pelatihan guru, hingga pendampingan sekolah untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.
Retno mengutip data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang menunjukkan sekitar 11 persen anak usia 5–12 tahun masih berada pada kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Sementara itu, pemantauan JAPFA di tujuh lokasi pelaksanaan program sepanjang 2024 menemukan sekitar 10,1 persen siswa masih mengalami kondisi malagizi.
Menurutnya, perusahaan menerapkan pendekatan terintegrasi untuk mendukung perbaikan status gizi anak. Pendekatan tersebut mencakup pemberian protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan bagi siswa dengan kondisi malagizi, pemantauan rutin berat dan tinggi badan melalui aplikasi digital, serta pembiasaan perilaku hidup sehat melalui program Hari Sehat JAPFA.
Program juga diperkuat melalui edukasi kesehatan, pelatihan guru, pendampingan orang tua, serta monitoring berkala agar dampaknya dapat diukur secara berkelanjutan.
Secara nasional hingga 2026, JAPFA for Kids tercatat telah menjangkau 217.706 siswa, 14.713 guru, dan 1.308 sekolah di 106 kabupaten/kota pada 28 provinsi. Program ini juga mencatat peningkatan status gizi peserta, dengan data 2024 menunjukkan 762 dari 1.479 siswa atau 51,5 persen yang sebelumnya mengalami gizi kurang dan gizi buruk berhasil mencapai status gizi baik.