BERITA TERKINI
JAPFA Gelar Media Gathering AKIJ 2026 di Lampung, Perluas Program Gizi Anak di Lampung Selatan

JAPFA Gelar Media Gathering AKIJ 2026 di Lampung, Perluas Program Gizi Anak di Lampung Selatan

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) melanjutkan rangkaian Media Gathering Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKIJ) 2026 di Lampung. Kegiatan ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dengan media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak di Indonesia.

Agenda tersebut sekaligus menjadi momentum pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan, JAPFA for Kids, di Kabupaten Lampung Selatan. Pada tahun ini, program menjangkau 15 sekolah dengan total 2.051 siswa dan 165 guru melalui edukasi gizi, pembiasaan hidup sehat, serta pendampingan bagi sekolah dan guru.

AKIJ 2026 kembali digelar untuk ketiga kalinya dengan tema “18 Tahun JAPFA for Kids: Kolaborasi untuk Generasi Penerus Bangsa Dari Data, Fakta, hingga Cerita Lapangan.” Melalui tema ini, JAPFA mengajak insan media mengangkat perjalanan dan dampak program JAPFA for Kids yang telah berjalan selama 18 tahun dengan fokus pada peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak Indonesia.

Head of Unit RPA Lampung, Muzammil, menyampaikan bahwa Lampung menjadi salah satu wilayah implementasi JAPFA for Kids sejak program tersebut dimulai pada 2008. Ia menyebut komitmen itu berlanjut di sejumlah kabupaten, dan pada tahun ini program kembali hadir di Lampung dengan jangkauan yang lebih luas.

“Kami berharap banyak anak memperoleh manfaat dari program ini, sekaligus perkuat kolaborasi bersama pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, masyarakat dan media untuk mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas dan berkualitas,” kata Muzammil.

Di Lampung, program ini dimulai pada 2008 di Lampung Tengah dan Lampung Timur dengan menjangkau 6 sekolah dan 1.632 siswa. Program kemudian berlanjut di Lampung Selatan (2010), Tanggamus dan Pringsewu (2012), Pesawaran (2013), Lampung Timur (2015), Lampung Tengah (2016), serta kembali hadir di Lampung Selatan (2019). Dengan pelaksanaan tahun ini, JAPFA for Kids tercatat telah menjangkau 69 sekolah dan lebih dari 13.400 siswa di Provinsi Lampung.

Rangkaian kegiatan program mencakup edukasi empat pilar gizi seimbang, Hari Sehat JAPFA, edukasi konsumsi protein hewani, pemantauan status gizi siswa, pelatihan guru, serta pendampingan kepada sekolah untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.

Di tingkat nasional, pemenuhan gizi anak masih menjadi tantangan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 11% anak usia 5–12 tahun berada pada kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Sejalan dengan itu, data pemantauan JAPFA pada tujuh lokasi pelaksanaan JAPFA for Kids sepanjang 2024 menunjukkan sekitar 10,1% siswa masih mengalami kondisi gizi kurang dan gizi buruk.

Hingga 2026, JAPFA for Kids dilaporkan telah menjangkau 217.706 siswa, 14.713 guru, dan 1.308 sekolah di 106 kabupaten/kota pada 28 provinsi. Program ini juga mencatat peningkatan status gizi siswa. Pada 2024, sebanyak 762 dari 1.479 siswa dengan kondisi gizi kurang dan gizi buruk meningkat menjadi gizi baik (51,5%). Sementara pada 2025, sebanyak 646 dari 1.034 siswa meningkat menjadi gizi baik (62,5%).

Head of Social Investment JAPFA, Retno Artsanti, menjelaskan program dijalankan dengan pendekatan terintegrasi, mulai dari pemberian protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan bagi siswa dengan kondisi malagizi, pemantauan rutin berat dan tinggi badan siswa melalui aplikasi digital, hingga pembiasaan perilaku hidup sehat melalui program Hari Sehat JAPFA. Program juga dilengkapi edukasi kesehatan, pelatihan guru, pendampingan orang tua, serta monitoring berkala untuk memastikan dampak dapat terukur secara konsisten.

Dalam pelaksanaan AKIJ 2026, JAPFA melibatkan dewan juri dari berbagai latar belakang profesional, yakni jurnalis senior sekaligus Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Akhmad Munir, fotografer jurnalistik senior Beawiharta, serta pakar gizi masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, M.P.H. Retno menyatakan harapannya agar semakin banyak karya jurnalistik yang mengangkat cerita, data, dan praktik baik dari lapangan sehingga dapat memperluas pemahaman publik mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak.

“Kami percaya, kolaborasi yang kuat antara dunia usaha, media, pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, dan keluarga akan menjadi fondasi dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas,” ujar Retno.