BERITA TERKINI
JAPFA Gelar Apresiasi Karya Jurnalistik 2026, Soroti Gizi Anak dan Kolaborasi Lintas Sektor

JAPFA Gelar Apresiasi Karya Jurnalistik 2026, Soroti Gizi Anak dan Kolaborasi Lintas Sektor

PT Japfa Comfeed Indonesia kembali menggelar Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ) 2026 untuk memperkuat edukasi publik mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak dan penerapan pola hidup sehat. Program ini menjadi penyelenggaraan ketiga dan merupakan bagian dari rangkaian JAPFA for Kids, program sosial perusahaan yang telah berjalan selama 18 tahun.

Pada AKJJ 2026, JAPFA mengangkat tema “18 Tahun JAPFA for Kids: Kolaborasi untuk Generasi Penerus Bangsa – Dari Data, Fakta, hingga Cerita Lapangan”. Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya, menyatakan AKJJ menjadi bentuk kolaborasi perusahaan bersama media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pemenuhan gizi anak.

“Selama 18 tahun, JAPFA for Kids hadir sebagai bentuk komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak Indonesia,” ujar Rachmat dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026). Ia menambahkan, pembangunan generasi masa depan perlu dimulai dari pemenuhan gizi yang baik dan lingkungan yang mendukung pola hidup sehat. Melalui penyelenggaraan AKJJ untuk ketiga kalinya, JAPFA juga ingin memperkuat kolaborasi dengan media dalam meningkatkan kesadaran publik.

Rangkaian kegiatan JAPFA for Kids di Sumatera Barat digelar selama dua hari, Kamis–Jumat (21–22/5/2026). Pada hari pertama, kegiatan dipusatkan di Kantor JAPFA Padang, kawasan Padang Industrial Park, dengan menghadirkan kepala sekolah dan guru dari 12 sekolah binaan di Padang Pariaman dan Kota Padang. Kegiatan ini diikuti 36 peserta dan menghadirkan dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Dr Ir Asih Setiarini MSc, sebagai pemateri.

Pada hari kedua, kegiatan berlangsung di SDN 06 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, dengan melibatkan guru, tokoh masyarakat, dan siswa sekolah dasar binaan JAPFA. Agenda yang digelar antara lain senam bersama, pemeriksaan kesehatan, makan bersama dengan menu gizi seimbang, serta seleksi siswa untuk cabang olahraga catur.

Senior Officer Social Investment JAPFA, Argha Akbar, mengatakan program JAPFA for Kids bertujuan menurunkan angka malagizi serta mendorong pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa sekolah dasar. Mengacu pada Survei Kesehatan Indonesia 2023, sebanyak 11% anak usia 5–12 tahun masih berada pada kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator indeks massa tubuh menurut umur.

Sementara itu, data internal JAPFA pada 2024 menunjukkan sekitar 10,1% siswa di lokasi program masih mengalami kondisi gizi kurang dan gizi buruk. Hingga 2025, program JAPFA for Kids tercatat telah menjangkau lebih dari 201.000 siswa, 13.541 guru, dan 1.214 sekolah di 105 kabupaten dan kota pada 28 provinsi di Indonesia.

Head of Social Investment JAPFA, Retno Artsanti, menyampaikan program tersebut dijalankan melalui strategi terintegrasi, termasuk pemberian asupan protein hewani berupa telur selama enam bulan bagi siswa dengan kondisi malagizi, pemantauan kesehatan secara digital, serta edukasi pola hidup sehat.

AKJJ 2026 juga menghadirkan dewan juri dari berbagai latar belakang profesional, yakni Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Akhmad Munir, fotografer jurnalistik senior Beawiharta, serta pakar gizi masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Sandra Fikawati.

Melalui penyelenggaraan AKJJ 2026, JAPFA berharap semakin banyak karya jurnalistik yang dapat memperluas pemahaman masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih sehat, terutama dalam pemenuhan gizi seimbang bagi anak Indonesia.