BERITA TERKINI
Industri F&B Kaltim Tumbuh 13,79 Persen, Pelaku Usaha di Balikpapan Mulai Fokus Kelola Multioutlet

Industri F&B Kaltim Tumbuh 13,79 Persen, Pelaku Usaha di Balikpapan Mulai Fokus Kelola Multioutlet

Pertumbuhan industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B) di Kalimantan Timur mencapai 13,79 persen pada triwulan II 2026. Kenaikan ini mendorong pelaku usaha kuliner di Balikpapan memperkuat pengelolaan bisnis, terutama ketika mulai memperluas usaha ke lebih dari satu outlet.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur tersebut sejalan dengan perkembangan bisnis kuliner di Balikpapan yang ditopang aktivitas pariwisata, perhotelan, bisnis kuliner, hingga ekspansi kilang migas.

Penyedia teknologi operasional F&B, PT Esensi Solusi Buana (ESB), mencatat sebanyak 100 pelaku usaha dengan total 185 outlet di Balikpapan aktif menggunakan sistem ESB sepanjang Januari–Juli 2026. Dari jumlah tersebut, volume transaksi tumbuh 16,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sementara omzet meningkat 3 persen. ESB juga mencatat 37,8 persen mitranya di Balikpapan telah mengoperasikan lebih dari satu outlet.

Co-Founder sekaligus CEO ESB, Gunawan, menilai perkembangan itu menunjukkan adanya pergeseran fokus pelaku usaha dari sekadar mengelola satu gerai menjadi upaya mengendalikan beberapa cabang secara konsisten. Dalam keterangan tertulis yang diterima Senin, 28 September 2026, ia menyebut sinyal tersebut perlu dibaca secara serius.

Gunawan mengatakan pengelolaan data operasional menjadi semakin penting ketika bisnis berkembang. Menurutnya, pelaku usaha perlu memahami kondisi stok, biaya, penjualan, dan performa masing-masing outlet sebelum melakukan ekspansi.

Ia juga menyampaikan bahwa kesadaran memantau detail operasional dapat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Dari kegiatan Kopdar Racik Bisnis F&B, Gunawan menilai pelaku usaha mulai mempertanyakan aspek stok, biaya, dan performa tiap outlet, tidak hanya berapa banyak produk yang terjual.

Sementara itu, F&B Educator dan Management Consultant, Agung Haryadi, menekankan pentingnya menyiapkan perencanaan ekspansi sejak awal, bahkan sebelum outlet pertama mencapai profit. Ia menyebut kesiapan tim, proses yang dapat direplikasi, serta standar yang konsisten antar cabang perlu dipersiapkan lebih dahulu.

Untuk mendukung pengelolaan operasional, ESB menyediakan layanan teknologi dalam satu ekosistem, mulai dari sistem kasir berbasis cloud (ESB POS), pemesanan digital melalui kode QR (ESB Order), sistem perencanaan sumber daya perusahaan/ERP (ESB Core), hingga analisis data operasional berbasis kecerdasan buatan melalui OLIN by ESB. ESB POS digunakan untuk mengelola transaksi secara real-time, memantau penjualan, mengontrol stok bahan baku, dan menghitung harga pokok penjualan. ESB Core menyediakan visibilitas data stok dan inventaris, sedangkan OLIN by ESB menganalisis data operasional dan transaksi untuk membantu pelaku usaha dalam mengambil keputusan bisnis.