Indonesian Culinary Week resmi diluncurkan di San Francisco, Amerika Serikat, pada 18 April 2026. Acara yang digelar di Wisma Indonesia itu dihadiri lebih dari 200 tamu dari beragam kalangan, mulai dari korps diplomatik, pelaku usaha, akademisi, hingga penggiat kuliner.
Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya promosi kuliner nasional sebagai instrumen diplomasi budaya (gastrodiplomacy), sekaligus memperkuat kehadiran pelaku usaha kuliner Indonesia di pasar Amerika Serikat.
Konsul Jenderal RI di San Francisco, Yohpy Wardana, menyampaikan bahwa kuliner dapat menjadi medium efektif untuk mempererat hubungan antarbangsa. “Melalui cita rasa, kita dapat menyampaikan cerita, identitas, dan nilai-nilai Indonesia kepada dunia, khususnya di Amerika Serikat,” ujarnya dalam siaran pers KJRI San Francisco yang diterima Metrotvnews.com, Minggu, 19 April 2026.
Dalam acara peluncuran, Chef Norman Ismail, juri MasterChef Indonesia, turut hadir dan menyajikan menu khas dalam konsep jamuan terbatas. Di antaranya Iga Kalua dari Makassar dan Ayam Galendo dari Ciamis.
Sebelum sesi pencicipan hidangan, para tamu mengikuti diskusi panel yang membahas kekayaan kuliner Indonesia, termasuk potensi rempah-rempah Nusantara serta peluang ekspansi di pasar global.
Kegiatan ini juga melibatkan lima pelaku usaha kuliner Indonesia yang berbasis di Bay Area, yakni Lime Tree, Fikscue, Dapoer Ngebul, Raphio Chocolate, dan Beaneka Indonesian Coffee. Kelimanya menyajikan beragam hidangan khas, mulai dari makanan utama hingga kopi dan cokelat berbahan baku Indonesia.

