Harga teh hijau di Provinsi Ha Tinh dilaporkan meningkat signifikan menjelang Tết (Tahun Baru Imlek), mendorong petani di sejumlah wilayah sentra teh untuk mengintensifkan panen. Kenaikan harga ini dinilai membantu meningkatkan pendapatan rumah tangga petani pada periode permintaan pasar yang biasanya menguat.
Di Komune Toan Luu, terdapat hampir 65 hektar perkebunan teh hijau dengan dua kali masa panen setiap tahun. Saat ini, banyak keluarga memasuki puncak musim panen untuk memasok kebutuhan pasar menjelang Tết. Harga teh hijau di wilayah tersebut kini berada di kisaran 7.000–9.000 VND per kilogram, disebut jauh lebih tinggi dibanding pertengahan tahun.
Duong Thi Than, warga Komune Toan Luu, mengatakan keluarganya memiliki sekitar 0,5 hektar kebun teh hijau dan telah mulai memanen untuk dijual ke pasar selama hampir sepekan terakhir. Ia menyebut minat pedagang meningkat dan harga ikut terdongkrak. “Sebelumnya, 10 kg teh hanya dijual seharga 20.000–40.000 VND, tetapi sekarang hampir 100.000 VND. Kami sangat menantikan panen ini agar mendapat penghasilan lebih banyak untuk persiapan Tết,” ujarnya.
Warga lain, Truong Huu Phuong, juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, harga teh saat ini lebih tinggi dibanding bulan-bulan panas. Jika sebelumnya panen dilakukan lebih hemat karena harga rendah, kini masyarakat lebih bersemangat. Ia menyebut keluarganya rata-rata menjual 80–150 kg teh per hari kepada pedagang, dengan panen berlangsung terus hingga Tết.
Kondisi kenaikan harga tidak hanya terjadi di Toan Luu. Di Komune Ky Van, setelah menyelesaikan panen serta pemangkasan kebun teh industri dan kebun tunas teh untuk persiapan musim baru, warga juga memusatkan perhatian pada panen teh hijau untuk dijual ke pasar.
Nguyen Thi Thu Huong, warga Komune Ky Van, mengatakan keluarganya telah menuntaskan pemangkasan dan perawatan kebun teh industri, lalu beralih memanen teh hijau. Ia menyebut harga teh saat ini sekitar dua kali lebih tinggi dari biasanya, sementara permintaan meningkat tajam selama Tết.
Pihak berwenang setempat menilai teh hijau merupakan komoditas penting yang menyumbang pendapatan masyarakat di banyak daerah, terutama menjelang Tết. Di wilayah yang telah menyelesaikan panen, petani tetap diarahkan untuk fokus pada perawatan tanaman, peningkatan kualitas tanah, dan pemangkasan dengan teknik yang tepat untuk menyiapkan siklus tanam berikutnya.
Wakil Kepala Departemen Ekonomi Komite Rakyat Komune Ky Van, Nguyen Dinh Ke, mengatakan setelah panen, rumah tangga melanjutkan pembajakan, pembersihan kebun teh, dan meningkatkan perawatan untuk persiapan tanam berikutnya. Ia juga menyebut pemerintah komune mendorong warga memperluas area penanaman teh sesuai kondisi aktual guna mendukung peningkatan pendapatan.
Di Komune Toan Luu, bimbingan teknis pascapanen juga menjadi perhatian. Perwakilan Departemen Ekonomi Komite Rakyat Komune Toan Luu, Nguyen Thai Vu, menyatakan pihaknya mendorong petani memanen pada waktu yang tepat agar kualitas terjaga dan harga tetap tinggi. Selain itu, masyarakat dibimbing untuk memangkas dan membersihkan kebun secara benar setelah panen agar tanaman cepat pulih. Pemerintah setempat juga berkoordinasi dengan petugas penyuluhan pertanian untuk mendorong penggunaan pupuk organik dan mikrobial serta membatasi pemakaian pupuk kimia berlebihan demi menjaga kesehatan tanah dan tanaman teh.
Menjelang Tết, kenaikan harga teh hijau disebut telah membantu meningkatkan pendapatan banyak rumah tangga petani sekaligus membuat aktivitas panen di sejumlah daerah penghasil teh di Ha Tinh semakin ramai.

