BERITA TERKINI
Harga Sembako Jawa Timur 23 Januari 2026: Cabai Rawit dan Elpiji 3 Kg Naik, Daging Sapi Turun Tipis

Harga Sembako Jawa Timur 23 Januari 2026: Cabai Rawit dan Elpiji 3 Kg Naik, Daging Sapi Turun Tipis

Surabaya - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Jawa Timur (Jatim) kembali bergerak pada Jumat, 23 Januari 2026. Berdasarkan pantauan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, beberapa komoditas mengalami kenaikan, sementara sebagian lainnya turun dan sisanya relatif stabil.

Komoditas yang tercatat naik antara lain gas elpiji 3 kilogram, cabai rawit merah, daging ayam kampung, dan daging ayam ras. Adapun yang turun meliputi daging sapi paha belakang, telur ayam kampung, dan cabai merah keriting.

Berikut daftar harga rata-rata sembako dan kebutuhan dapur di Jawa Timur per Jumat (23/1/2026): beras premium Rp 14.817/kg, beras medium Rp 12.871/kg, gula kristal putih Rp 16.592/kg, minyak goreng curah Rp 18.599/kg, minyak goreng kemasan premium Rp 20.566/liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 17.564/liter, minyak goreng Minyakita Rp 16.892/liter, daging sapi paha belakang Rp 119.702/kg, daging ayam ras Rp 35.694/kg, daging ayam kampung Rp 69.500/kg, telur ayam ras Rp 27.474/kg, telur ayam kampung Rp 45.183/kg, susu kental manis Bendera Rp 12.611/370 gr, susu kental manis Indomilk Rp 12.541/370 gr, susu bubuk Bendera Rp 42.107/400 gr, susu bubuk Indomilk Rp 41.379/400 gr, garam bata Rp 1.911, garam halus Rp 9.327/kg, cabai merah keriting Rp 26.122/kg, cabai merah besar Rp 24.134/kg, cabai rawit merah Rp 40.703/kg, bawang merah Rp 33.628/kg, bawang putih Rp 32.571/kg, dan gas elpiji Rp 19.961.

Dari pergerakan harian, daging sapi tercatat turun Rp 113 atau 0,09 persen. Telur ayam kampung turun Rp 708 atau 1,54 persen, sedangkan cabai merah keriting turun Rp 232 atau 0,88 persen.

Sementara itu, gas elpiji 3 kg naik Rp 233 atau 1,18 persen. Cabai rawit merah naik Rp 1.735 atau 4,45 persen. Daging ayam kampung naik Rp 450 atau 0,65 persen, dan daging ayam ras naik Rp 123 atau 0,34 persen.

Secara umum, perubahan harga bahan pokok dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari dinamika permintaan dan pasokan, kondisi cuaca yang memengaruhi produksi, kebijakan pemerintah seperti impor dan subsidi, hingga biaya produksi serta distribusi. Selain itu, fluktuasi nilai tukar, inflasi, dan kendala rantai pasok juga dapat berpengaruh terhadap harga di pasar.

Data yang ditampilkan merupakan harga rata-rata di Jawa Timur dan dapat berbeda antarwilayah maupun antar pasar.