BERITA TERKINI
Harga Minyak Naik Tipis 21 Januari 2026, Pasar Pantau Gangguan Produksi di Kazakhstan dan Risiko Tarif AS

Harga Minyak Naik Tipis 21 Januari 2026, Pasar Pantau Gangguan Produksi di Kazakhstan dan Risiko Tarif AS

Harga minyak dunia bergerak naik tipis pada pagi hari 21 Januari 2026. Minyak mentah Brent naik 0,09 dolar AS per barel atau 0,14% menjadi 64,03 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) meningkat 1,02 dolar AS per barel atau 1,72% menjadi 60,36 dolar AS per barel.

Salah satu pendorong kenaikan harga datang dari sisi pasokan. Reuters melaporkan bahwa produsen minyak Kazakhstan yang dipimpin Chevron, Tengizchevroil, menghentikan produksi di ladang minyak Tengiz dan Korolev setelah insiden yang memengaruhi sistem distribusi listrik. Gangguan tersebut diperkirakan berlangsung sekitar 7–10 hari.

Direktur analisis minyak di perusahaan analisis risiko ICIS, Ajay Parmar, mengatakan kepada Reuters bahwa Tengiz merupakan salah satu ladang minyak terbesar di dunia, sehingga gangguan produksi dapat berdampak signifikan pada aliran minyak mentah. Namun, ia menilai insiden ini bersifat sementara. Menurutnya, harga minyak juga berpotensi kembali mendapat tekanan jika ketegangan perdagangan meningkat.

Dari sisi permintaan, sentimen pasar turut ditopang oleh data ekonomi yang dinilai positif. China, sebagai importir minyak terbesar di dunia, mencatat pertumbuhan ekonomi 5% pada 2025. Di saat yang sama, produksi penyulingan China meningkat 4,1%, sementara produksi minyak mentah naik 1,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Faktor lain yang ikut memengaruhi pergerakan harga adalah pembaruan proyeksi ekonomi global. Dana Moneter Internasional (IMF) baru-baru ini menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global, di tengah kenaikan harga solar dan melemahnya dolar AS. Pelemahan dolar membuat minyak—yang diperdagangkan dalam denominasi dolar—menjadi relatif lebih murah bagi importir yang menggunakan mata uang lain.

Meski demikian, sejumlah analis menilai harga minyak tetap menghadapi risiko terkait perkembangan politik. Amerika Serikat mengumumkan rencana pengenaan tarif tambahan 10% mulai 1 Februari terhadap barang impor dari sejumlah negara Eropa. Tarif tersebut disebut dapat meningkat menjadi 25% mulai 1 Juni apabila tidak tercapai kesepakatan mengenai Greenland.

Di tengah fluktuasi harga global, penyesuaian harga bahan bakar domestik yang dijadwalkan pada 22 Januari diperkirakan bergerak berlawanan arah: harga bensin diprediksi turun, sedangkan harga solar diperkirakan naik. Besaran perubahan diperkirakan relatif kecil, dengan fluktuasi di bawah 400 VND per liter atau kilogram.