BERITA TERKINI
Harga Minyak Naik, Pasar Cermati Gangguan Pasokan Kazakhstan dan Risiko Tarif AS–Eropa

Harga Minyak Naik, Pasar Cermati Gangguan Pasokan Kazakhstan dan Risiko Tarif AS–Eropa

Harga minyak dunia bergerak naik pada 21 Januari, didorong gangguan pasokan dari Kazakhstan serta sejumlah sentimen ekonomi yang dinilai positif. Namun, pasar juga mencermati perkembangan politik setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan rencana pengenaan tarif terhadap sejumlah negara Eropa terkait isu Greenland.

Menurut Oilprice, minyak mentah Brent naik 0,09 dolar AS per barel atau 0,14% menjadi 64,03 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) meningkat 1,02 dolar AS per barel atau 1,72% menjadi 60,36 dolar AS per barel.

Salah satu pendorong utama kenaikan berasal dari kabar bahwa produsen minyak Kazakhstan yang dipimpin Chevron, Tengizchevroil, sementara menghentikan produksi di ladang minyak Tengiz dan Korolev setelah terjadi insiden yang memengaruhi sistem distribusi listrik.

Sumber Reuters menyebutkan produksi di fasilitas Tengiz kemungkinan tetap ditangguhkan selama 7 hingga 10 hari ke depan. Kondisi ini berpotensi mengurangi volume minyak yang diekspor melalui Konsorsium Pipa Kaspia.

Direktur Analisis Minyak ICIS Risk Analysis, Ajay Parmar, mengatakan Tengiz merupakan salah satu ladang minyak terbesar di dunia sehingga gangguan apa pun dapat berdampak signifikan terhadap aliran minyak mentah. Meski demikian, ia menilai insiden tersebut bersifat sementara. Parmar juga mengingatkan harga minyak dapat kembali menghadapi tekanan apabila ketegangan perdagangan meningkat.

Dari sisi permintaan, harga minyak turut ditopang data ekonomi yang dinilai lebih baik. Analis pasar IG, Tony Sycamore, mengatakan angka produk domestik bruto (PDB) Tiongkok kuartal IV 2025 yang melampaui perkiraan telah memperbaiki sentimen pasar. Tiongkok sebagai importir minyak terbesar dunia diproyeksikan tumbuh 5% pada 2025, dengan produksi penyulingan naik 4,1% dan produksi minyak mentah meningkat 1,5% secara tahunan.

Faktor lain yang mendukung pergerakan harga adalah revisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh Dana Moneter Internasional (IMF), ditambah harga solar yang lebih tinggi serta melemahnya dolar AS. Analis PVM, Tamas Varga, menilai dolar yang melemah membuat minyak berdenominasi dolar AS menjadi relatif lebih murah bagi importir yang menggunakan mata uang lain.

Meski demikian, pasar masih menghadapi risiko dari dinamika politik. Pada akhir pekan, Presiden Donald Trump mengumumkan AS akan mengenakan tarif tambahan 10% mulai 1 Februari atas barang impor dari sejumlah negara Eropa, termasuk Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Swedia, Belanda, Inggris, dan Norwegia. Tarif tersebut disebut dapat meningkat menjadi 25% mulai 1 Juni apabila tidak tercapai kesepakatan terkait Greenland.

Ajay Parmar menilai ancaman tarif dapat memperburuk prospek harga minyak karena risiko perang dagang baru berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi global dan menekan permintaan energi. Menanggapi pernyataan tersebut, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan Uni Eropa sedang menyiapkan serangkaian langkah untuk memperkuat keamanan Arktik, sambil menegaskan pemberlakuan tarif akan menjadi sebuah kesalahan.

Harga bahan bakar domestik di Vietnam

Di Vietnam, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan bersama Kementerian Keuangan telah menyesuaikan harga bahan bakar ritel domestik yang berlaku mulai pukul 15.00 pada 15 Januari. Dalam penyesuaian tersebut, bensin E5RON92 naik 143 VND/liter, bensin RON95 naik 152 VND/liter, solar naik 226 VND/liter, minyak tanah naik 138 VND/liter, sementara mazut turun 2 VND/kg.

Kementerian Perindustrian dan Perdagangan menyatakan pergerakan pasar minyak global selama periode penyesuaian dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk ketidakstabilan di Iran, meningkatnya ketegangan AS–Iran, kenaikan persediaan minyak mentah dan bensin AS, berlanjutnya ekspor minyak mentah Venezuela, serta konflik militer Rusia–Ukraina. Faktor-faktor tersebut membuat harga minyak global berfluktuasi, naik dan turun bergantung pada jenis produk dalam beberapa hari terakhir.