BERITA TERKINI
Harga Minyak Dunia Turun ke Sekitar US$64, Penyesuaian Harga Bensin Domestik Ikut Melemah

Harga Minyak Dunia Turun ke Sekitar US$64, Penyesuaian Harga Bensin Domestik Ikut Melemah

Harga minyak dunia melemah tajam pada penutupan perdagangan 22 Januari, seiring meredanya faktor geopolitik yang sebelumnya mendorong kenaikan harga. Di pasar domestik, harga bensin juga mengalami penyesuaian turun, sementara sejumlah produk minyak bumi olahan justru mencatat kenaikan.

Berdasarkan data Reuters, minyak mentah Brent turun US$1,18 atau 1,8% dan ditutup di level US$64,06 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$1,26 atau 2,1% menjadi US$59,36 per barel.

Penurunan tersebut mencerminkan melemahnya “premi risiko” geopolitik. Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington telah mencapai kesepakatan dengan Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO) yang menjamin akses permanen ke Greenland. Sebagai imbalannya, NATO akan memperkuat keamanan di kawasan Arktik untuk menghadapi Rusia dan China.

Selain isu Greenland, prospek meredanya konflik Rusia–Ukraina turut menekan harga. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut jaminan keamanan telah diselesaikan setelah pembicaraan dengan Presiden Trump di Davos. Sejumlah analis menilai, apabila sanksi terhadap Rusia dilonggarkan, pasokan dari negara tersebut—yang merupakan produsen minyak terbesar ketiga di dunia—berpotensi kembali masuk ke pasar.

Dari sisi pasokan Amerika Serikat, Badan Informasi Energi (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah untuk pekan yang berakhir pada 16 Januari meningkat 3,6 juta barel, sekitar tiga kali lebih tinggi dari perkiraan. Namun, CEO Saudi Aramco Amin Nasser berpendapat kekhawatiran tentang kelebihan pasokan dinilai berlebihan karena permintaan aktual disebut terus meningkat.

Di pasar domestik, harga eceran produk minyak bumi berlaku sesuai penyesuaian Kementerian Perindustrian dan Perdagangan bersama Kementerian Keuangan mulai pukul 15.00 pada 22 Januari. Dalam periode penyesuaian ini, otoritas tidak melakukan kontribusi maupun penggunaan Dana Stabilisasi Harga untuk komoditas apa pun.

Sejak awal 2026, harga bensin domestik tercatat telah disesuaikan 53 kali, terdiri dari 26 kali penurunan dan 21 kali kenaikan.

Untuk arah pergerakan jangka pendek, analis IG Tony Sycamore memperkirakan bahwa jika tidak ada guncangan geopolitik baru, harga minyak cenderung stabil di sekitar US$60 per barel. Ia juga menilai dimulainya kembali ekspor minyak dari Venezuela oleh perusahaan seperti Vitol dan Trafigura berpotensi menambah pasokan global dalam waktu dekat.