BERITA TERKINI
Harga Minyak Dunia Naik Tipis pada 22 Januari 2026, Pasar Pantau Gangguan Pasokan dan Penyesuaian Harga Domestik

Harga Minyak Dunia Naik Tipis pada 22 Januari 2026, Pasar Pantau Gangguan Pasokan dan Penyesuaian Harga Domestik

Pada Kamis pagi, 22 Januari 2026, harga minyak mentah melanjutkan tren kenaikan tipis. Minyak mentah Brent naik US$0,45 per barel atau 0,69% menjadi US$65,37 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat US$0,26 per barel atau 0,43% menjadi US$60,62 per barel.

Analis menilai salah satu faktor yang menopang kenaikan harga adalah gangguan pasokan dari Kazakhstan, anggota aliansi OPEC+. Negara tersebut dilaporkan terpaksa menghentikan sementara produksi di dua ladang minyak utama, Tengiz dan Korolev, akibat masalah distribusi listrik. Gangguan ini diperkirakan masih akan berlangsung sekitar 7–10 hari.

Selain itu, salah satu ladang minyak terbesar di Kazakhstan untuk pertama kalinya harus mengalihkan minyak ke pasar domestik karena kemacetan di terminal pipa CPC di Laut Hitam. Reuters, mengutip sumber-sumber industri, melaporkan infrastruktur di lokasi tersebut mengalami kerusakan signifikan akibat serangan drone. Operator ladang minyak Tengiz, Tengizchevroil (TCO), juga menyatakan keadaan kahar (force majeure) atas pengiriman minyak ke sistem pipa CPC.

Dari sisi pasokan global lainnya, ekspor minyak Venezuela dinilai mengecewakan pasar. Berdasarkan data pelacakan kapal dan dokumen dari perusahaan minyak milik negara Venezuela, PDVSA, volume ekspor disebut jauh lebih rendah dibandingkan kesepakatan sebelumnya. Dalam perkembangan terkait, Badan Energi Internasional (IEA) baru-baru ini merevisi perkiraannya dan menyebut surplus minyak tahun ini berpotensi lebih kecil daripada proyeksi sebelumnya.

Di dalam negeri, pada sore hari 22 Januari, Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan dijadwalkan menyesuaikan harga eceran bensin dan solar. Data yang diperbarui pada pagi hari menunjukkan harga bensin berpeluang turun tipis, kurang dari 100 VND per liter, sementara harga produk minyak lainnya diperkirakan naik sekitar 260–480 VND per liter atau kilogram.