BERITA TERKINI
Harga Minyak Dunia Naik Lebih dari 3% pada 23 Januari, Dipicu Ketegangan Geopolitik dan Risiko Pasokan

Harga Minyak Dunia Naik Lebih dari 3% pada 23 Januari, Dipicu Ketegangan Geopolitik dan Risiko Pasokan

Harga minyak dunia melonjak tajam dalam perdagangan 23 Januari dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari sepekan. Kenaikan ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

Data Oilprice mencatat, pada penutupan perdagangan 23 Januari, harga minyak mentah Brent naik US$2,10 per barel atau 3,28% menjadi US$66,16 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat US$1,93 per barel atau 3,25% menjadi US$61,29 per barel. Secara mingguan, kedua acuan utama tersebut membukukan kenaikan lebih dari 2,5%.

Pergerakan harga yang menguat terutama dipengaruhi perkembangan di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump disebut terus meningkatkan tekanan terhadap Iran, termasuk menegaskan kembali sikap kerasnya dan memperingatkan Teheran agar tidak memulai kembali program nuklir. Situasi ini memunculkan kekhawatiran pasar mengenai kemungkinan pengetatan pasokan dari Iran, yang disebut sebagai produsen minyak terbesar keempat di OPEC, dengan produksi sekitar 3,2 juta barel per hari.

Tekanan juga datang dari kebijakan sanksi. Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi baru terhadap sembilan kapal dan delapan perusahaan yang dituduh mengangkut minyak mentah Iran. Di saat yang sama, Washington disebut berencana mengerahkan kelompok serang kapal induk dan aset militer lainnya ke Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang, yang dinilai meningkatkan risiko geopolitik di kawasan.

Dari Asia Tengah, pasokan juga dibayangi gangguan produksi di Kazakhstan. Chevron menyatakan ladang minyak Tengiz—salah satu yang terbesar di dunia—belum melanjutkan operasi setelah kebakaran pada awal pekan. JP Morgan memperkirakan produksi minyak mentah Kazakhstan pada Januari dapat turun menjadi rata-rata 1–1,1 juta barel per hari, lebih rendah dibanding level sebelumnya 1,8 juta barel per hari.

Sementara itu, di pasar domestik, harga eceran produk minyak bumi pada pagi 24 Januari 2026 diberlakukan sesuai penyesuaian harga yang ditetapkan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan bersama Kementerian Keuangan sejak siang 22 Januari. Dalam periode penyesuaian tersebut, harga bensin tercatat turun tipis, sedangkan harga solar naik merata.

Sejak awal 2026, pasar minyak bumi domestik telah mengalami 53 kali penyesuaian harga, terdiri dari 26 kali penurunan, 21 kali kenaikan, dan enam kali penyesuaian dengan arah berbeda untuk produk yang berlainan.