BERITA TERKINI
Harga Bahan Baku Berfluktuasi, Pelaku UMKM Kuliner di Pontianak Minta Pemerintah Jaga Stabilitas

Harga Bahan Baku Berfluktuasi, Pelaku UMKM Kuliner di Pontianak Minta Pemerintah Jaga Stabilitas

Fluktuasi harga bahan pokok di pasaran masih menjadi hambatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama di sektor kuliner. Kenaikan harga bahan baku dinilai langsung menggerus margin keuntungan, sementara pelaku usaha tetap dituntut menyesuaikan modal produksi dengan daya beli masyarakat.

Nelly Olii, pemilik usaha “Rumah Kue Yanti”, mengaku merasakan dampak ketidakstabilan harga pangan tersebut. Ia yang merintis usaha sejak 2014 menyebut tantangan terbesar saat ini adalah menjaga keberlanjutan produksi ketika harga bahan baku naik turun.

“Semuanya serba mahal sekarang ini. Gula 20 kilo, minyak goreng sudah dua puluh ribu. Dulu harganya masih stabil, kalau sekarang ini susah, turun naik,” kata Nelly saat wawancara dalam program Teras UMKM, Kamis, 17 September 2026.

Di tengah kondisi itu, Nelly memilih mempertahankan harga jual produknya meski berisiko menekan keuntungan. Sejumlah produk seperti kue bingke, bloder, hingga dimsum tetap dijual dengan harga yang sama untuk menjaga loyalitas pelanggan yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.

“Jadi, kita tuh stabilkan saja harganya. Kalau mau diikutkan harga bahan yang naik nanti tekor pula, tidak ada pembeli,” ujarnya. Nelly mengakui keuntungan yang diperoleh menjadi sangat tipis, namun ia bersyukur usahanya masih dapat terus berjalan.

Selain strategi harga, Nelly juga menekankan pentingnya ketahanan mental. Ia menyebut memilih bersabar dan memperbanyak doa. Ketika dagangannya sepi, ia mengajarkan putrinya, Yanti, untuk menyedekahkan kue yang tidak terjual kepada orang-orang di jalan dengan keyakinan bahwa rezeki tidak akan tertukar.

Menjelang perayaan atau hari besar nasional, kekhawatiran pelaku UMKM seperti Nelly disebut semakin meningkat. Menurutnya, lonjakan pesanan pada momen tertentu kerap tidak sejalan dengan kemampuan modal karena harga bahan baku cenderung ikut naik.

Karena itu, Nelly berharap pemerintah daerah maupun pusat mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga. “Untuk pemerintah janganlah naikkan barang tiap kali mau dekat hari-hari besar. Saya harap distabilkan saja, jangan naik terus, kasihan orang bawah,” katanya.