Gitaris band Saint Loco, Iwan Hudiarto, merintis usaha kuliner berupa salt bread homemade. Melalui brand bernama Unplugged, ia menjual roti serta kopi racikannya sendiri. Langkah ini menambah deretan musisi yang merambah bisnis makanan dan minuman, setelah sebelumnya rekan satu bandnya, Timotius Firman, berjualan sambal.
Iwan bercerita, ide membuka usaha muncul dari kebiasaannya mampir ke kedai roti di kawasan Melawai dan Blok M. Ia menilai roti dan kopi merupakan kombinasi yang pas untuk bersantai. Namun, kebiasaan membeli keduanya dinilai cukup menguras pengeluaran, sehingga ia terdorong belajar membuat salt bread sendiri.
“Saya pikir kalau terus beli roti dan kopi lumayan mahal. Akhirnya saya coba belajar bikin sendiri,” ujar Iwan saat ditemui di Festival Market & Museum di Lippo Mall Kuningan, Jakarta, seperti dikutip dari wawancaranya pada 30 Juli.
Meski mengaku tidak memiliki latar belakang kuliner, Iwan tetap bereksperimen hingga akhirnya memproduksi roti secara rutin. Proses produksi dimulai sejak dini hari. Saat ada agenda tertentu, ia menyebut bisa bangun pukul 03.30 untuk mengadon, menyiapkan pesanan, hingga melakukan pengiriman.
“Hari ini saya bangun jam setengah empat pagi. Setelah delivery, kami lanjut bikin adonan untuk batch berikutnya,” katanya.
Unplugged menawarkan menu andalan bernama Salty Patty, yakni burger yang menggunakan bun salt bread, mayones, dan patty buatan sendiri. Iwan menyebut sebagian besar komponennya dibuat secara homemade, termasuk mayones dan daging patty.
Selain menu gurih, Unplugged juga menyediakan varian salt bread manis dengan topping polo bun. Iwan menilai varian tersebut cocok dipadukan dengan kopi. Untuk harga, produk Unplugged dibanderol sekitar Rp 18.000 hingga Rp 27.000. Dalam sehari, ia mengaku dapat membuat sekitar 90 sampai 120 roti untuk dijual di berbagai acara.
Di sisi minuman, Iwan turut menggandeng teman lama untuk menghadirkan kopi spesial, termasuk kolaborasi dengan roastery milik sahabatnya di Sumatera. Ia menyebut dua varian yang dikeluarkan, yakni Amber Bloom dan Pure Bloom dari Gunung Halu, Jawa Barat.
Dalam perjalanannya, Iwan juga kerap menghadirkan slow bar bersama Timotius Firman sebagai sesama personel Saint Loco yang menyukai dunia F&B. Saat ini, Unplugged masih berjalan melalui sistem pre-order dan pop-up market. Meski begitu, Iwan berharap ke depan dapat memiliki kedai sendiri dengan suasana hangat dan akrab, selaras dengan filosofi nama Unplugged yang terinspirasi dari konsep musik akustik.