BERITA TERKINI
Gatal Seluruh Badan: Gejala yang Perlu Diwaspadai, Penyebab, dan Cara Meredakannya

Gatal Seluruh Badan: Gejala yang Perlu Diwaspadai, Penyebab, dan Cara Meredakannya

Gatal di seluruh badan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas harian. Sensasi ingin menggaruk sering kali sulit ditahan, padahal kebiasaan ini bisa memperparah iritasi kulit dan meningkatkan risiko infeksi. Memahami penyebab serta langkah penanganan yang tepat menjadi kunci untuk meredakan keluhan.

Gejala yang perlu diperhatikan
Selain rasa gatal, keluhan ini dapat disertai sejumlah tanda pada kulit. Beberapa di antaranya adalah ruam, kulit kering atau bersisik, benjolan kecil atau lepuhan, kemerahan, perubahan warna kulit, luka atau lecet akibat garukan, hingga kulit yang menebal atau berkerak. Jika gejala tersebut muncul bersamaan dengan gatal yang tidak kunjung hilang, konsultasi medis disarankan.

Beragam penyebab gatal seluruh badan
Pemicu gatal di seluruh tubuh bisa berasal dari kondisi kulit, reaksi alergi, infeksi, hingga penyakit tertentu. Sejumlah penyebab yang umum meliputi:

1) Kondisi kulit: eksim, psoriasis, dermatitis, serta kulit kering (xerosis) termasuk penyebab yang sering memicu gatal.

2) Reaksi alergi: dapat dipicu makanan, obat-obatan, gigitan serangga, atau bahan tertentu seperti lateks dan nikel.

3) Infeksi pada kulit: infeksi jamur, bakteri, atau virus dapat menimbulkan gatal, misalnya kurap, folikulitis, dan cacar air.

4) Penyakit dalam tertentu: gatal dapat terkait dengan penyakit hati, penyakit ginjal, anemia defisiensi besi, gangguan tiroid, hingga kanker tertentu seperti leukemia dan limfoma.

5) Efek samping obat: beberapa obat, termasuk opioid, statin, dan obat tekanan darah tinggi, dapat menimbulkan keluhan gatal.

6) Kehamilan: sebagian perempuan mengalami gatal, terutama pada trimester ketiga, yang dapat dipengaruhi perubahan hormon atau kondisi kolestasis obstetrik.

7) Faktor psikologis: stres, kecemasan, dan depresi dapat memicu atau memperburuk gatal.

8) Gigitan serangga: nyamuk, kutu, atau tungau dapat memicu reaksi alergi lokal yang menimbulkan gatal.

9) Iritasi: paparan bahan kimia keras, sabun, deterjen, atau jenis pakaian tertentu dapat mengiritasi kulit.

Pilihan obat untuk membantu meredakan gatal
Penanganan gatal bergantung pada penyebabnya. Karena itu, pemicu sebaiknya dicari terlebih dahulu agar dapat dihindari. Beberapa kelompok obat yang disebut dapat membantu meringankan keluhan, antara lain:

1) Antihistamin: bekerja menghambat produksi histamin yang muncul saat reaksi alergi. Sebagian antihistamin dapat menyebabkan kantuk sehingga perlu kehati-hatian dan sebaiknya mengikuti saran dokter terkait dosis.

2) Kortikosteroid: dapat diresepkan bila gatal berkaitan dengan peradangan, misalnya pada eksim, dermatitis, atau gigitan serangga. Tersedia dalam bentuk krim, salep, atau tablet.

3) Obat oles nonsteroid: biasanya berupa krim, losion, gel, atau bedak. Contohnya losion calamine, krim mentol dan capsaicin, atau salep pramoxine.

4) Antidepresan: dapat digunakan untuk gatal yang terkait kelainan saraf atau masalah psikologis, serta gatal yang tidak membaik dengan terapi lain.

5) Antibiotik: diperlukan bila gatal disertai kerusakan kulit dan infeksi bernanah yang diduga disebabkan bakteri.

Cara meredakan gatal agar lebih cepat membaik
Sejumlah langkah perawatan mandiri dapat dicoba untuk membantu meredakan gatal, sekaligus menghindari kebiasaan menggaruk:

1) Kompres dingin: menempelkan kain bersih yang dibasahi air dingin atau kompres es yang dibungkus kain pada area gatal dapat membantu mengurangi peradangan dan meredakan sensasi gatal dalam beberapa menit.

2) Mandi oatmeal atau air hangat: berendam 15–20 menit dalam air hangat yang ditambah oatmeal koloid dapat membantu menenangkan kulit dan mencegah kekeringan.

3) Bahan yang menenangkan: gel lidah buaya untuk efek dingin dan mengurangi iritasi; minyak kelapa untuk melembapkan kulit kering dan teriritasi; serta baking soda yang dapat dibuat pasta untuk area kecil atau ditambahkan ke bak mandi. Penggunaan bahan ini disarankan tidak dilakukan pada kulit yang memiliki luka terbuka.

4) Krim atau salep antigatal: misalnya krim hidrokortison (kortikosteroid ringan) atau krim antigatal lain, dapat membantu pada gatal akibat alergi, eksim, atau kontak iritan. Pemakaian sebaiknya sesuai petunjuk dan tidak terlalu lama tanpa saran dokter.

5) Antihistamin oral: seperti cetirizine atau loratadine dapat membantu jika gatal dipicu alergi. Sebagian obat dapat menyebabkan kantuk sehingga perlu berhati-hati.

6) Melembapkan kulit secara rutin: kulit kering lebih mudah gatal. Pelembap tanpa pewangi, terutama setelah mandi, dapat membantu menjaga kelembapan.

7) Menghindari pemicu dan kebiasaan yang memperburuk: menghindari pakaian ketat atau berbahan kasar seperti wol, tidak mandi air panas terlalu lama, serta menahan diri untuk tidak menggaruk.

Bagaimana dokter menegakkan diagnosis
Untuk menentukan penyebab, dokter umumnya melakukan pemeriksaan fisik dan menggali riwayat kesehatan. Pemeriksaan penunjang dapat meliputi tes alergi, kerokan kulit untuk melihat kemungkinan infeksi jamur atau parasit, biopsi kulit, serta tes darah untuk mendeteksi penyakit sistemik yang mungkin berkaitan.

Langkah pencegahan
Beberapa upaya yang dapat membantu mencegah gatal seluruh badan antara lain menjaga kebersihan kulit dengan sabun lembut dan air hangat, memakai pelembap setiap hari terutama setelah mandi, menghindari bahan yang memicu alergi atau iritasi, mengelola stres (misalnya dengan yoga, meditasi, atau olahraga), memilih pakaian yang tidak mengiritasi, serta mencukupi asupan air untuk menjaga hidrasi tubuh dan kelembapan kulit.

Kapan perlu ke dokter
Konsultasi medis disarankan bila gatal sangat parah hingga mengganggu tidur atau aktivitas, disertai gejala lain seperti demam, kelelahan, atau penurunan berat badan, tidak membaik setelah beberapa minggu dengan perawatan rumahan, atau menyebar ke seluruh tubuh.

Catatan
Gatal seluruh badan tidak selalu menandakan penyakit serius. Keluhan bisa disebabkan kondisi ringan seperti kulit kering atau gigitan serangga. Namun, gatal yang berat, menetap, atau disertai keluhan lain sebaiknya diperiksakan untuk memastikan penyebab dan penanganan yang tepat.