BERITA TERKINI
FKM Unhas Gelar Workshop di SMAN 1 Bulukumba, Luncurkan UPF Reform Challenge dan Duta Remaja Sehat

FKM Unhas Gelar Workshop di SMAN 1 Bulukumba, Luncurkan UPF Reform Challenge dan Duta Remaja Sehat

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) menggelar workshop bertajuk “Remaja Sehat Beraksi: Penguatan Peran OSIS dalam Promosi Gizi dan Kesehatan Mental” di SMAN 1 Bulukumba. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi serta Program Studi Magister Ilmu Gizi FKM Unhas.

Sebanyak 25 pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) mengikuti workshop yang dirancang untuk meningkatkan literasi gizi sekaligus memperkuat kesadaran pentingnya menjaga kesehatan mental di kalangan remaja.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari penelitian mahasiswa S1 Ilmu Gizi FKM Unhas di SMAN 1 Bulukumba pada 2025. Penelitian itu menemukan tingginya konsumsi Ultra-Processed Food (UPF) atau makanan ultra-proses pada remaja dengan status gizi lebih. Temuan lain menunjukkan sebagian besar responden mengalami gejala kecemasan pada tingkat sedang. Hasil ini kemudian menjadi dasar program pemberdayaan OSIS untuk membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat FKM Unhas, Rahayu Indriasari, SKM, MPHCN, PhD, menjelaskan program Remaja Sehat Beraksi dirancang untuk memperkuat kapasitas pengurus OSIS sebagai pelopor perubahan di sekolah. Ia menilai OSIS memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan pesan kesehatan kepada teman sebaya, terutama terkait penerapan gizi seimbang, pembatasan konsumsi makanan ultra-proses, serta peningkatan kepedulian terhadap kesehatan mental.

“Melalui program ini, kami berharap pengurus OSIS dapat menjadi agen perubahan yang mampu menggerakkan teman-temannya untuk menerapkan pola hidup sehat. Kami juga berharap kolaborasi antara FKM Unhas dan SMAN 1 Bulukumba dapat terus berlanjut melalui berbagai program yang berdampak positif bagi kesehatan remaja,” ujar Rahayu.

Apresiasi juga disampaikan Pembina OSIS SMAN 1 Bulukumba, Muhammad Jafar, S.Pd., M.Pd. Menurutnya, posisi pengurus OSIS sangat strategis untuk menginisiasi kegiatan positif di sekolah. Ia berharap ilmu dan pengalaman dari workshop dapat diteruskan kepada siswa lain agar tercipta lingkungan sekolah yang lebih sehat, produktif, dan peduli terhadap kesehatan mental.

Dalam workshop, peserta menerima materi “Gizi Seimbang dan Pembatasan Ultra-Processed Food (UPF)” yang disampaikan langsung oleh Rahayu Indriasari. Melalui diskusi interaktif, pemutaran video edukasi, dan studi kasus, peserta dibekali kemampuan mengenali makanan ultra-proses, memahami kandungan pangan melalui label kemasan, serta memilih alternatif makanan yang lebih sehat untuk konsumsi harian.

Sementara itu, materi kesehatan mental disampaikan secara daring oleh dr. Devintha Viriani, M.Kes., Sp.GK., Subsp.KM. Materi tersebut diperkuat dengan kegiatan Mandala Art, yakni aktivitas kreatif sebagai media refleksi diri untuk membantu peserta mengenali emosi, mengelola stres, dan meningkatkan kesadaran terhadap kondisi kesehatan mental.

Untuk keberlanjutan program, Ulfah Najamuddin, S.Si., M.Kes., PhD meluncurkan UPF Reform Challenge, kompetisi yang melibatkan seluruh 10 seksi bidang (sekbid) OSIS SMAN 1 Bulukumba. Melalui tantangan ini, setiap sekbid diminta menciptakan inovasi pangan sehat berbasis bahan pangan lokal sebagai alternatif pengganti makanan ultra-proses yang banyak dikonsumsi remaja.

Selain menghasilkan produk inovatif, setiap kelompok juga diwajibkan membuat video edukasi kreatif yang akan dipublikasikan melalui media sosial sebagai bagian dari kampanye promosi gizi dan gaya hidup sehat. Panitia menyiapkan kategori penghargaan Juara I Best Innovative Idea, Juara II Best Innovative Idea, Juara III Best Innovative Idea, serta Most Favorite Video.

Pada kesempatan yang sama, panitia menetapkan Andi Dian Novianty dan Muhammad Rizky Syarif sebagai Duta Remaja Sehat SMAN 1 Bulukumba. Keduanya diharapkan menjadi penggerak edukasi gizi dan kesehatan mental di lingkungan sekolah, sekaligus mendukung keberlanjutan program melalui berbagai kegiatan yang dipimpin siswa.

Melalui program Remaja Sehat Beraksi, FKM Unhas menegaskan komitmennya mendukung peningkatan kualitas kesehatan remaja melalui kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan literasi gizi dan kesadaran kesehatan mental, serta mendorong lahirnya generasi muda yang menjadi agen perubahan dalam membangun budaya hidup sehat di sekolah maupun masyarakat.