BERITA TERKINI
Festival Kuliner Sultra Maimo 2026 Digelar di The Park Kendari, Usung UMKM dan Digitalisasi Pembayaran

Festival Kuliner Sultra Maimo 2026 Digelar di The Park Kendari, Usung UMKM dan Digitalisasi Pembayaran

Festival Kuliner Sultra Maimo 2026 resmi dimulai di pelataran The Park Kendari, Minggu (2/8). Kegiatan yang berlangsung sepekan hingga 9 Agustus 2026 ini menghadirkan beragam agenda, mulai dari festival kuliner, coffee competition, business matching, Sultra Trade Forum, pameran UMKM unggulan, fesyen wastra, edukasi keuangan dan sistem pembayaran digital, hingga berbagai kompetisi kreatif serta hiburan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, menyebut festival ini menjadi ruang promosi sekaligus kolaborasi bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan mempercepat transformasi digital.

“Festival Kuliner Sultra Maimo 2026 merupakan wujud nyata sinergi Bank Indonesia, pemerintah daerah, OJK, industri jasa keuangan, pelaku usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat pemberdayaan UMKM, mempercepat digitalisasi ekonomi, serta meningkatkan daya saing perekonomian Sultra,” kata Edwin.

Menurut Edwin, BI menghadirkan ruang promosi bagi UMKM kuliner lokal dan coffee shop asal Sultra untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus menyajikan ragam kuliner khas daerah sebagai bagian dari identitas budaya.

Ia berharap upaya tersebut dapat semakin memperkenalkan cita rasa khas Sultra kepada masyarakat luas, mengingat kuliner lokal dinilai menjadi salah satu daya tarik penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.

Edwin juga menambahkan, kehadiran UMKM kuliner unggulan dari berbagai daerah di Indonesia diharapkan menjadi sarana berbagi pengalaman, inspirasi, serta praktik terbaik untuk meningkatkan inovasi, kualitas produk, dan daya saing UMKM di Sultra.

Selain penguatan promosi UMKM, BI turut mendorong percepatan digitalisasi transaksi melalui penggunaan QRIS. Seluruh tenant dan pelaku usaha yang mengikuti Festival Kuliner Sultra Maimo 2026 diarahkan menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran.

“Selain memberikan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan bagi masyarakat, pemanfaatan QRIS juga membantu pelaku usaha mewujudkan pencatatan transaksi yang lebih tertib, transparan, dan efisien sehingga memperkuat tata kelola usaha serta mendorong inklusi keuangan digital,” ujar Edwin.

Festival Kuliner Sultra Maimo 2026 dibuka secara resmi oleh Edwin Permadi bersama Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha, pimpinan perbankan, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengapresiasi kolaborasi BI, Pemerintah Kota Kendari, OJK, dan industri jasa keuangan dalam mendukung pengembangan UMKM. Ia berharap festival ini dapat memperkenalkan kekayaan kuliner lokal ke masyarakat yang lebih luas, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, memperkuat standar kualitas produk, serta menciptakan kemitraan usaha yang berkelanjutan.

Festival Kuliner disebut menjadi salah satu agenda utama Sultra Maimo 2026. Selain menghadirkan puluhan tenant kuliner dan UMKM unggulan, rangkaian kegiatan juga diisi coffee competition, business matching, Sultra Trade Forum, model bisnis sirkular, fesyen wastra, edukasi keuangan, edukasi sistem pembayaran digital, serta beragam kompetisi kreatif dan hiburan bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, turut dibuka Finance, Sport and Art (FINSPORA) 2026, program kolaborasi Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sultra. Kegiatan ini menjadi wadah mempererat sinergi, membangun semangat kebersamaan, serta memperkuat kolaborasi antarlembaga melalui agenda olahraga dan seni.

Melalui penyelenggaraan Sultra Maimo 2026 dan FINSPORA 2026, BI bersama pemerintah daerah, OJK, BMPD, FKIJK, serta mitra strategis menegaskan komitmen untuk memperkuat pemberdayaan UMKM, mempercepat digitalisasi sistem pembayaran, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta membangun ekosistem ekonomi daerah yang tangguh, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.