BERITA TERKINI
Festival Kuliner Provinsi Dien Bien 2026 Digelar 25–28 September, Hadirkan Lebih dari 100 Stan

Festival Kuliner Provinsi Dien Bien 2026 Digelar 25–28 September, Hadirkan Lebih dari 100 Stan

Provinsi Dien Bien akan menggelar Festival Kuliner Provinsi Dien Bien 2026 pada 25–28 September 2026 di jalan pejalan kaki Muong Thanh, Kelurahan Dien Bien Phu. Mengusung tema “Dien Bien - Cita Rasa Dataran Tinggi - Intisari Kuliner”, acara ini ditargetkan menghadirkan lebih dari 100 stan sebagai ruang bagi warga lokal dan wisatawan untuk menikmati sekaligus bertukar pengalaman tentang ragam budaya kuliner.

Festival diselenggarakan oleh Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata di bawah arahan Komite Rakyat Provinsi Dien Bien, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pariwisata Sedunia pada 27 September. Panitia menyebut kegiatan ini ditujukan untuk memperkenalkan dan mengapresiasi nilai-nilai unik budaya kuliner kelompok etnis di daerah tersebut, serta mempromosikan citra, budaya, dan masyarakat Dien Bien guna meningkatkan daya tarik destinasi.

Upacara pembukaan dijadwalkan berlangsung pada 25 September pukul 20.10. Rangkaian pembukaan mencakup pertunjukan penyambutan, pidato pembukaan, seremoni pembukaan, dan pertunjukan seni.

Panitia menyatakan lebih dari 100 gerai akan menampilkan cita rasa dari tiga wilayah Vietnam. Stan-stan diatur berdasarkan wilayah kuliner yang mewakili Vietnam Utara, Tengah, Selatan, serta Dien Bien. Selain hidangan tradisional dan makanan khas, pengunjung juga dapat menemukan produk OCOP, produk pertanian, dan aneka makanan khas lokal.

Salah satu fokus kegiatan adalah ruang pamer budaya kuliner yang melibatkan berbagai daerah, pelaku usaha, restoran, hotel, koperasi, desa kerajinan, perusahaan produksi dan perdagangan, serta para ahli kuliner. Panitia berharap ruang ini membentuk lanskap kuliner yang dinamis, dengan cita rasa dataran tinggi Dien Bien sebagai unsur utama. Berbagai hidangan disiapkan menggunakan bahan yang dekat dengan produksi dan kehidupan sehari-hari komunitas etnis, serta diolah dengan metode tradisional yang menonjolkan keterampilan dan karakter budaya masing-masing komunitas.

Selain mencicipi makanan, pengunjung juga berkesempatan mempelajari dan mencoba proses pembuatan sejumlah makanan khas setempat, seperti “khau xen” (sejenis panekuk gurih), “banh day” (kue beras ketan), daging asap, beras ketan dataran tinggi, ikan bakar, dan hidangan lokal lainnya. Kelurahan Dien Bien Phu juga ditugaskan menyelenggarakan demonstrasi menumbuk “banh day” tradisional suku Mong untuk membantu peserta memahami kegiatan budaya yang diwariskan antargenerasi.

Sejalan dengan kegiatan kuliner, festival turut menghadirkan pertunjukan dan pertukaran lagu rakyat tradisional, tarian, serta musik. Panitia menilai rangkaian ini memperkuat ruang interaksi komunitas, sehingga kuliner tidak hanya dipandang sebagai makanan, tetapi juga bagian dari kehidupan budaya.

Panitia juga akan melakukan penilaian dan memberikan penghargaan kepada stan yang dinilai paling mengesankan. Kriteria penilaian meliputi dekorasi, kualitas dan daya tarik makanan, keunikan produk kuliner, serta cara kegiatan interaktif diselenggarakan untuk menarik pengunjung.

Menurut penyelenggara, festival ini juga diarahkan untuk menghubungkan produk kuliner dengan pengembangan pariwisata, termasuk bisnis perjalanan, akomodasi, dan destinasi wisata komunitas. Melalui kegiatan ini, unit peserta diharapkan dapat memperkenalkan produk, mencari mitra, serta memperluas jaringan distribusi. Festival juga diposisikan sebagai dasar untuk mendorong pengembangan tur dan rute perjalanan yang terkait pengalaman kuliner di Dien Bien.

Komite Rakyat Provinsi meminta agar festival dilaksanakan secara praktis, aman, ekonomis, dan efektif, dengan perpaduan harmonis antara kuliner tradisional dan pendekatan kreatif modern, serta memprioritaskan pengenalan hidangan khas kelompok etnis setempat. Unit peserta juga diminta memastikan kualitas dan asal bahan serta mematuhi ketentuan keamanan pangan, pencegahan dan pengendalian kebakaran, keamanan, ketertiban, dan perlindungan lingkungan.

Festival mengusung pesan “Satu titik pertemuan - Beragam cita rasa - Pengalaman yang lengkap” dan diharapkan menjadi destinasi budaya serta kuliner pada akhir September, sekaligus memperkaya produk pariwisata provinsi. Upacara penutupan dijadwalkan berlangsung pada 28 September 2026 pukul 20.00.