BERITA TERKINI
Festival Batik dan Kuliner Probolinggo Jadi Ajang Promosi Produk Lokal, Wali Kota Dorong Penguatan Koperasi dan UMKM

Festival Batik dan Kuliner Probolinggo Jadi Ajang Promosi Produk Lokal, Wali Kota Dorong Penguatan Koperasi dan UMKM

Festival Batik dan Kuliner yang digelar dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional ke-79 menjadi wadah promosi produk unggulan daerah sekaligus momentum penguatan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Probolinggo, Jawa Timur.

Acara yang berlangsung sejak pagi hingga pukul 21.00 WIB itu menghadirkan 25 stan produk lokal di halaman Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Probolinggo, Selasa (28/7/2026). Sejumlah pelaku usaha dan organisasi turut berpartisipasi, mulai dari Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), BAZNAS, UMKM, koperasi wanita, perbankan, Kopi Siaga, hingga sponsor dari sektor kecantikan dan fesyen.

Beragam produk dipamerkan kepada pengunjung, seperti makanan dan minuman olahan, camilan sehat, makanan ringan, aneka hidangan seafood, serta kerajinan tangan berbahan ramah lingkungan.

Festival ini juga didukung oleh sejumlah mitra, salah satunya Bank Jatim yang menghadirkan layanan dan edukasi bagi pelaku UMKM melalui program Marketing Communication and Digital Branding UMKM. Bank Jatim turut mengampanyekan gerakan Cinta UMKM untuk mendorong masyarakat menggunakan produk lokal berkualitas dan memperkuat peran UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah.

Wali Kota Probolinggo Aminuddin hadir meninjau stan, berdialog dengan pelaku usaha mengenai produk yang dipasarkan, serta membeli sejumlah produk sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan bantuan sosial secara simbolis dari BAZNAS Kota Probolinggo berupa paket sembako kepada 290 penerima manfaat. Bantuan tersebut diberikan kepada masing-masing 10 warga dari 29 kelurahan di Kota Probolinggo.

Aminuddin mengapresiasi penyelenggaraan festival yang dinilainya dapat memperkuat semangat gotong royong sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat. Ia menekankan pentingnya koperasi terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

“Koperasi harus terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Saat ini koperasi tidak hanya berorientasi pada penjualan produk, tetapi juga mulai merambah sektor pariwisata, layanan publik, dan berbagai inovasi lainnya. Karena itu, masyarakat perlu terus beradaptasi dan berpartisipasi aktif agar ekonomi lokal semakin kuat,” ujarnya.

Menurut Aminuddin, kemandirian ekonomi dapat dibangun melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat di setiap kelurahan. Ia menilai penguatan koperasi dan UMKM menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kesejahteraan secara kolektif dan berkelanjutan.

“Kita ingin setiap kelurahan memiliki kekuatan ekonomi yang mandiri. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi modal utama dalam membangun kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo,” tambahnya.