BERITA TERKINI
Evita Nursanty: Industri Jamu Nasional Punya Keunggulan Berbasis Bahan Baku Lokal

Evita Nursanty: Industri Jamu Nasional Punya Keunggulan Berbasis Bahan Baku Lokal

Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke pabrik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (23/1). Kunjungan ini menyoroti penerapan teknologi modern dan standar produksi yang dinilai memperkuat daya saing industri jamu nasional.

Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty bersama delapan anggota Komisi VII lainnya, serta didampingi perwakilan Kementerian Perindustrian. Dalam peninjauan tersebut, mereka melihat langsung rangkaian proses produksi jamu, mulai dari pengolahan bahan baku hingga pengemasan produk.

Komisi VII mencermati penggunaan teknologi canggih, penerapan standar higienitas yang tinggi, serta sistem produksi terintegrasi yang disebut telah memenuhi standar nasional dan internasional. Menurut penilaian rombongan, proses produksi modern menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing jamu Indonesia di pasar global.

Evita menegaskan industri jamu merupakan sektor strategis nasional dengan potensi besar karena berbasis kearifan lokal dan didukung bahan baku dalam negeri. Namun, ia menilai penguatan teknologi tetap menjadi faktor penting untuk memperluas jangkauan pasar.

“Industri jamu nasional memiliki keunggulan tersendiri karena bahan bakunya berasal dari lokal. Kita dorong agar semakin berkembang dan berdaya saing,” ujar Evita.

Ia juga menyebut PT Sido Muncul dapat menjadi contoh transformasi industri jamu tradisional menjadi industri modern tanpa meninggalkan karakter khas jamu Indonesia. Penerapan teknologi modern diharapkan dapat menjaga mutu, keamanan, serta konsistensi produk.

“Kami ingin memastikan bahwa industri jamu nasional mendapat dukungan kebijakan yang tepat, baik dari sisi regulasi, standardisasi, maupun penguatan daya saing,” katanya.

Selain meninjau proses produksi, Komisi VII DPR RI menyerap masukan dari pelaku industri yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan dan pengawasan di sektor industri, riset, dan teknologi. Kunjungan tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, parlemen, dan pelaku industri agar industri jamu nasional dapat tumbuh berkelanjutan dan semakin kompetitif di pasar internasional.