BERITA TERKINI
ESB Perluas Digitalisasi Operasional Bisnis Kuliner ke Medan untuk Perkuat Kontrol dan Cegah Fraud

ESB Perluas Digitalisasi Operasional Bisnis Kuliner ke Medan untuk Perkuat Kontrol dan Cegah Fraud

Industri kuliner yang terus bertumbuh mendorong kebutuhan pelaku usaha terhadap sistem operasional yang lebih rapi dan terkendali. Menjawab dinamika tersebut, PT Esensi Solusi Buana (ESB), perusahaan teknologi penyedia software all-in-one berbasis cloud untuk industri F&B, memperluas langkah transformasi digitalnya ke wilayah Sumatra. Setelah memulai dari Batam, ESB melanjutkan ekspansi ke Medan.

Medan dikenal sebagai kota multikultural dengan julukan “the Kitchen of Asia” dan disebut menjadi salah satu penggerak utama industri kuliner di Sumatra. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum di Medan tumbuh 14,50 persen sepanjang 2024, sekaligus menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas bisnis kuliner yang dinamis. Namun di sisi lain, masih banyak pelaku usaha yang mengandalkan sistem operasional manual dan belum terintegrasi. Kondisi ini membuat kontrol transaksi, stok, serta pencatatan keuangan dinilai belum berjalan optimal.

Keterbatasan sistem operasional menjadi tantangan bagi pelaku usaha, terutama terkait pengendalian internal. Survei Fraud Indonesia 2025 mencatat 39 persen kasus fraud terjadi akibat lemahnya pengendalian internal.

ESB menyatakan menghadirkan solusi digital terintegrasi untuk membantu pelaku usaha membangun kontrol operasional yang lebih kuat, meningkatkan transparansi data, serta menjaga performa bisnis di tengah persaingan pasar yang kian kompetitif.

Co-Founder & CEO ESB, Gunawan, menilai pertumbuhan bisnis kuliner di Medan turut memunculkan kebutuhan baru dalam pengelolaan operasional. Menurutnya, meningkatnya aktivitas transaksi dan kompleksitas operasional menuntut pemantauan yang lebih menyeluruh terhadap aktivitas bisnis.

“Melalui sistem digital yang terintegrasi dan data yang tersaji secara real-time, pelaku usaha dapat menjalankan bisnis dengan lebih terukur, menjaga konsistensi operasional, serta mengurangi risiko kebocoran dan fraud dalam jangka panjang,” ujar Gunawan, Jumat (16/1/2026).

Untuk memahami kebutuhan pelaku usaha, ESB membangun kolaborasi dengan ekosistem pengusaha lokal di Medan, salah satunya melalui diskusi dan kopdar bersama Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Medan. Komunitas ini menjadi ruang bertukar pengalaman bagi pelaku usaha kuliner dalam menghadapi tantangan operasional di tengah pertumbuhan bisnis yang cepat.

Ketua TDA Medan, Chairil F. Siregar, menilai tantangan operasional masih menjadi isu nyata bagi banyak pengusaha kuliner di daerah. “Di lapangan, banyak pengusaha yang sehari harinya sibuk mengurus dapur, karyawan, dan pelanggan. Fokusnya ke operasional harian, sehingga hal hal kecil seperti selisih pencatatan atau alur kerja yang kurang rapi sering terlewat. Bukan karena disengaja, tetapi karena belum ada sistem yang membantu memantau usaha secara menyeluruh,” ujarnya.

Dalam upaya memperkuat kesiapan operasional pelaku usaha kuliner di Medan, ESB bersama TDA menggelar kegiatan Kopdar Racik Bisnis F&B pada 15 Januari 2026. Kegiatan ini diisi diskusi interaktif, studi kasus, dan mini talk show bersama Agung Haryadi sebagai F&B Educator & Management Consultant; Edwin Djaja selaku Regional Sales Lead ESB; serta Elisa Emegina Tarigan sebagai Owner El’s Pizzeria. Mereka membahas pengelolaan operasional bisnis yang lebih sistematis dan terukur.

Pendekatan berbasis edukasi dan kolaborasi tersebut disebut sejalan dengan komitmen ESB dalam menghadirkan solusi operasional yang relevan bagi pelaku usaha. Pada 2025, komitmen itu turut mengukuhkan posisi ESB sebagai perusahaan teknologi penyedia sistem F&B terintegrasi dari Indonesia yang masuk dalam daftar Forbes Asia 100 to Watch kategori Enterprise Technology & Robotics.