BERITA TERKINI
ESB Perkenalkan Konsep 'The Lean-Service Era' untuk Efisiensi Operasional Bisnis Kuliner

ESB Perkenalkan Konsep 'The Lean-Service Era' untuk Efisiensi Operasional Bisnis Kuliner

PT Esensi Solusi Buana (ESB) memperkenalkan konsep “The Lean-Service Era” sebagai solusi ekosistem terintegrasi untuk membantu pelaku usaha food & beverages (F&B) menjaga profitabilitas di tengah tekanan inflasi bahan baku dan pelemahan daya beli yang disebut dipicu krisis geopolitik 2026.

Co-Founder & CEO ESB Gunawan mengatakan, kenaikan harga bahan baku, meningkatnya biaya energi, dan margin yang kian tipis membuat setiap pengeluaran operasional perlu dikendalikan secara ketat. Menurut dia, pelaku usaha perlu beralih dari cara kerja lama yang rentan kebocoran menuju sistem yang lebih efisien.

Dalam keterangan pers pada Rabu (15/4) di Jakarta, ESB menyebut menawarkan empat pilar ketahanan operasional melalui produk ESB POS, ESB Core (ERP), ESB Order, dan OLIN AI. Keempatnya dirancang sebagai ekosistem yang saling terhubung untuk memangkas pemborosan, mengontrol biaya, dan menjaga profitabilitas.

Pilar pertama, ESB POS, merupakan aplikasi kasir berbasis cloud yang memungkinkan pemantauan transaksi secara real-time. ESB menyatakan sistem ini ditujukan untuk mengurangi kebocoran pendapatan sekaligus mengoptimalkan kecepatan layanan.

Pilar kedua, ESB Core (ERP), adalah sistem ERP dan back office restoran terintegrasi untuk pengelolaan stok, akuntansi, hingga pengadaan bahan baku. ESB menyebut sistem ini membantu pelaku usaha lebih adaptif menghadapi lonjakan harga bahan baku dan menjaga stabilitas operasional, dengan kontribusi efisiensi operasional hingga 35%.

Pilar ketiga, ESB Order, merupakan sistem pemesanan online yang menggabungkan layanan dine-in, delivery, dan web-order dalam satu platform. Pesanan tersinkronisasi otomatis antara kasir dan dapur untuk meminimalkan risiko pesanan terlewat. ESB menyatakan penggunaan sistem ini dapat membantu menaikkan transaksi hingga 63%.

ESB juga menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan penggunaan website untuk penjualan F&B masih rendah, yakni 0,02%. Kondisi ini dinilai membuka peluang diferensiasi bagi pelaku usaha yang ingin memperluas pangsa pasar digital melalui pendekatan omnichannel.

Pilar keempat, OLIN AI, adalah aplikasi kecerdasan buatan buatan ESB yang mengolah data transaksi menjadi rekomendasi bisnis strategis secara otomatis. ESB mengklaim akurasi rekomendasinya mencapai 98% untuk membantu pengambilan keputusan berbasis data saat margin tertekan oleh kondisi ekonomi global. ESB juga menyebut adopsi AI di sektor F&B di Indonesia masih di bawah 1%.

Untuk memperkenalkan ekosistem tersebut, ESB berpartisipasi dalam pameran ALLFood Indonesia 2026 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, pada 15–18 April 2026. Pengunjung disebut dapat mencoba langsung berbagai fitur, mulai dari ESB POS, ESB Order, ESB Core, hingga OLIN.

Partisipasi ESB dalam pameran itu turut melibatkan IWARE, distributor perangkat keras di Indonesia, sebagai mitra strategis. Direktur Utama IWARE Sugiharto mengatakan ketahanan bisnis kuliner perlu ditopang fondasi teknologi yang tepat, baik dari sisi perangkat lunak maupun perangkat keras, dan situasi ekonomi global dinilai mempercepat kebutuhan pelaku usaha untuk melakukan digitalisasi menyeluruh.

ESB dan IWARE juga menghadirkan penawaran promo bundling serta promo “Mumer” dengan diskon hingga 50% selama pameran. ESB menyatakan hingga saat ini telah digunakan lebih dari 30.000 merchant sejak 2018, dengan total nilai transaksi melampaui Rp65 triliun.