JAKARTA — Indonesia disebut mencatat sejarah sebagai negara pertama di dunia yang memiliki aplikasi kecerdasan buatan (AI) khusus untuk bisnis kuliner. Aplikasi bernama Olin ini dikembangkan PT Esensi Solusi Buana (ESB), perusahaan teknologi asal Indonesia yang menyediakan sistem dan aplikasi untuk mendukung operasional usaha kuliner.
Dikembangkan sejak 2019, Olin dirancang sebagai asisten digital yang menganalisis data harian usaha kuliner dan memberikan rekomendasi berbasis prediksi, dengan tingkat akurasi yang diklaim mencapai 98 persen.
Co-Founder & CEO ESB, Gunawan, mengatakan Olin bekerja memberikan rekomendasi strategi berbasis data, mulai dari proyeksi penjualan, strategi promosi, peramalan (forecast), hingga deteksi kecurangan (fraud). Ia menyebut, dengan investasi mulai Rp250 ribu per bulan, Olin membantu pelaku UMKM hingga perusahaan waralaba besar mengurangi ketergantungan pada konsultan yang mahal serta sistem manual yang dinilai rentan.
Salah satu pengguna aktif Olin, Regan S. Subagio, pemilik restoran Hong Kong Bay, mengatakan dirinya mengandalkan aplikasi tersebut sejak awal usaha. Menurutnya, strategi promosi yang sebelumnya dilakukan berdasarkan perkiraan kini dapat disusun berbasis data. Ia juga menyebut operasional tetap berjalan lancar meski hanya satu staf bertugas berkat dukungan Olin dan ESB Order. Regan menambahkan, fitur forecast membantunya menyusun proyeksi penjualan serta pembelian bahan baku secara lebih presisi.
F&B Director Temuku, Ayu Switriani, turut menyebut Olin sebagai fondasi dalam pengambilan keputusan bisnis. Ia menilai analisis yang diberikan aplikasi tersebut akurat sehingga timnya lebih percaya diri menyusun strategi menu dan promosi.
Saat ini, Olin disebut telah digunakan secara aktif oleh lebih dari 40 ribu pelaku usaha di Indonesia, dengan total pengguna melampaui 150 ribu, mencakup UMKM, merek lokal, hingga waralaba internasional. ESB menyatakan penggunaan paling efektif dan akurat tercatat di wilayah Jabodetabek, didukung kecocokan antara data internal Olin dan data makro, termasuk dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Ke depan, ESB berencana memperluas jangkauan Olin ke Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi, seiring meningkatnya kebutuhan transformasi digital di sektor makanan dan minuman (F&B) nasional.

